Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Hari Pertama MPLS di Jaksel Diwarnai Teror Bom, Ancaman Dikirim Lewat WhatsApp

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 13 Juli 2026 | 19:25 WIB
Isi pesan teror bom yang dikirimkan peneror kepada guru SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri/aa.
Isi pesan teror bom yang dikirimkan peneror kepada guru SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, Senin (13/7/2026). ANTARA/Luthfia Miranda Putri/aa.

Radar Pasuruan - Hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, diwarnai ancaman teror bom yang dikirim melalui pesan WhatsApp kepada guru. Menindaklanjuti laporan tersebut, kepolisian langsung melakukan penyisiran dan mengevakuasi seluruh warga sekolah.

Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi membenarkan adanya pesan ancaman yang diterima pihak sekolah. Menurutnya, pesan tersebut masuk melalui aplikasi WhatsApp saat kegiatan upacara MPLS sedang berlangsung.

"Kita dapati bahwa memang informasinya betul, bahwa ada WA yang masuk ke guru dan TU," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Nurma Dewi kepada wartawan di Jakarta, Senin.

Nurma menjelaskan, pesan ancaman tersebut diterima oleh guru kelas 1 dan seorang staf Tata Usaha (TU). Setelah menerima pesan itu, pihak sekolah segera melaporkannya kepada kepolisian untuk dilakukan penanganan lebih lanjut.

Usai menerima laporan, polisi langsung mendatangi lokasi kejadian dan berkoordinasi dengan Tim Gegana Brimob serta Densus 88 Antiteror untuk melakukan penyisiran di lingkungan sekolah.

"Untuk Gegana sendiri sudah menyisir sudah lebih kurang 2 jam lebih, ya, untuk menyisir SD Negeri Srengseng Sawah 15," kata Nurma.

Dalam pesan WhatsApp tersebut, pelaku mengklaim telah memasang bom di 11 titik sekolah serta meminta pihak sekolah tidak melaporkan ancaman itu kepada aparat kepolisian.

"Selamat pagi dan salam sejahtera diharap bersiap-siap dengan hitungan menit tempat sekolahan SDN 15 Pagi ini akan meledak dan kami sudah menyiapkan 11 titik," demikian isi pesan tersebut.

Kepolisian menerima laporan dugaan ancaman bom sekitar pukul 07.30 WIB, bertepatan dengan pelaksanaan upacara hari pertama MPLS. Informasi mengenai ancaman tersebut awalnya beredar di kalangan guru melalui pesan pribadi sebelum akhirnya diputuskan untuk melapor kepada polisi.

Sebagai langkah antisipasi, seluruh siswa dan tenaga pendidik dievakuasi keluar dari area sekolah selama proses sterilisasi berlangsung.

Nurma menambahkan para guru dan siswa sudah dievakuasi keluar dari sekolah.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah personel Brimob terlihat berjaga dengan membawa senjata api. Selain itu, dua unit kendaraan Tim Gegana juga disiagakan untuk mendukung proses penyisiran.

Petugas dari Dinas Perhubungan serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta juga turut bersiaga di sekitar sekolah guna mengantisipasi kemungkinan terburuk selama penanganan berlangsung.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Teror Bom #SDN Srengseng Sawah 15 #Jagakarsa #Gegana