Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Mendikdasmen Abdul Mu'ti Tegaskan MPLS Tak Lagi Jadi Ajang Perpeloncoan

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 13 Juli 2026 | 17:47 WIB
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti. (ANTARA/Hana Dewi Kinarina Kaban)

Radar Pasuruan - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan bahwa Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) harus menjadi sarana membangun budaya sekolah yang aman, nyaman, dan saling menghormati, bukan lagi identik dengan praktik perpeloncoan maupun senioritas.

Pernyataan tersebut disampaikan Abdul Mu'ti saat membuka kegiatan MPLS Ramah di SMKN 2 Singosari, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Senin (13/7). Ia menekankan perlunya mengubah tradisi lama yang kerap diwarnai tindakan senioritas menjadi kegiatan yang memberikan pengalaman positif bagi peserta didik baru.

"MPLS bukanlah seremonial yang ditandai dengan perpeloncoan atau senioritas. Senior melakukan berbagai macam tindakan yang mencerminkan senioritasnya yang kadang-kadang tidak diwujudkan dalam keteladanan," ujarnya saat membuka kegiatan MPLS Ramah di SMKN 2 Singosari, Malang, Jawa Timur, Senin (13/7).

"Kita ingin merubah tradisi perploncoan itu dengan membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman, dimulai dari MPLS Ramah," sambung Mu'ti.

Abdul Mu'ti menuturkan bahwa sekolah harus mampu menciptakan lingkungan yang mendorong peserta didik untuk saling menghormati, saling menyayangi, serta menghargai guru, orang tua, dan ilmu pengetahuan. Menurutnya, budaya tersebut menjadi fondasi penting dalam proses pendidikan.

Baca Juga: 80,7 Persen Siswa Indonesia Sudah Terima MBG, Mendikdasmen: 43 Juta Murid Minta Program Dilanjutkan

"Kita berusaha untuk bagaimana menciptakan sekolah sebagai lingkungan di mana kita saling menghormati, saling mencintai antara satu dengan yang lainnya. Kita memuliakan guru-guru kita, memuliakan orang tua kita, dan memuliakan ilmu," tuturnya.

Ia juga mengajak seluruh siswa di Indonesia menjadikan MPLS sebagai langkah awal dalam meraih cita-cita. Menurutnya, keberhasilan tidak datang secara instan, melainkan dimulai dari kebiasaan kecil yang dijalankan secara konsisten dan sungguh-sungguh.

"Setiap langkah besar tentu harus kita mulai dari langkah-langkah kecil yang kita laksanakan secara konsisten, kita laksanakan dengan penuh kesungguhan," jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Mu'ti kembali mengingatkan pentingnya mengamalkan isi ikrar pelajar. Ia menekankan komitmen untuk meningkatkan keimanan, menghormati orang tua dan guru, tekun belajar, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta menumbuhkan rasa cinta kepada bangsa dan negara.

"Kita berkomitmen untuk senantiasa menghormati dan mencintai orang tua dan guru. Kita senantiasa berkomitmen bersungguh-sungguh untuk belajar dengan sebaik-baiknya demi mencapai cita-cita yang mulia. Kita senantiasa membangun rasa cinta, menghormati, dan berperilaku yang baik dengan sesama teman. Dan kita semua, sebagai generasi dan kader bangsa Indonesia, senantiasa mencintai, menegakkan, serta membangun bangsa dan negara kita," pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#MPLS Ramah #abdul mu'ti #sekolah #mendikdasmen #pendidikan