Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Ancaman Presiden Prabowo Keras: Bea Cukai Dibubarkan dan Diganti SGS Jika Tak Ada Perbaikan dalam Setahun

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 3 Juli 2026 | 18:44 WIB
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bekerja selama 24 jam dengan sistem shift. (dok. Kemenkeu)
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa meminta petugas Direktorat Jenderal Bea dan Cukai bekerja selama 24 jam dengan sistem shift. (dok. Kemenkeu)

Radar Pasuruan - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa Direktorat Jenderal Bea dan Cukai terancam dibubarkan jika tidak ada perbaikan nyata dalam kurun waktu satu tahun. Wacana tersebut, kata Purbaya, merupakan instruksi langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

"Karena ancaman Presiden clear, kalau dalam waktu setahun nggak ada perbaikan Bea Cukai akan dibubarkan. Diganti sama SGS," ujar Purbaya dikutip dari akun YouTube @curhatbang Deny Soemargo, Jumat (3/7).

Jika pembubaran terlaksana, seluruh pegawai Dirjen Bea dan Cukai yang berjumlah sekitar 16.000 orang akan diberhentikan dan digantikan dengan tenaga outsourcing dari perusahaan inspeksi internasional SGS atau Société Générale de Surveillance.

"Jadi orang pajaknya Bea Cukai pecat semua kira-kira gitu 16.000 saya rumahin, kan enggak bagus," ujarnya.

Baca Juga: Tiga Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap dan Gratifikasi Rp 78,8 Miliar demi Muluskan Impor Blueray Cargo

Purbaya menjelaskan bahwa wacana keras ini muncul akibat maraknya penyelewengan kekuasaan yang dilakukan sejumlah pejabat di lingkungan Dirjen Bea dan Cukai. Berbagai kasus ditemukan, mulai dari under invoicing hingga impor ilegal yang disertai penerimaan uang oleh oknum pegawai.

Meski telah menerapkan pengawasan ketat, Purbaya mengaku masih menemukan pelanggaran di masa pengawasan. Ia pun memilih mengambil pendekatan lebih tegas.

"Jadi even di tempat saya yang sudah saya monitor masih ada seperti itu. Jadi sekarang saya main kasar aja kalau Anda saya curigai gua kotakin aja gua nggak periksa-periksa lagi. Baru mereka sekarang tertib," ucapnya.

Purbaya juga membongkar fakta mengejutkan bahwa sebelum dirinya menjabat sebagai Menteri Keuangan, Direktorat Jenderal Pajak dan Dirjen Bea dan Cukai kerap terlindungi dari pemeriksaan oleh Kejaksaan, KPK, maupun instansi hukum lainnya.

"Begitu mereka mau masuk pasti menterinya ke Presiden untuk minta diberhentiin. Jadi tempat itu tempat yang terlindungi. Jadi koruptor di situ terlindungi. Sekarang saya obrak-abrik saya buka aja itu," ungkapnya.

Baca Juga: Harta Kekayaan Bupati Langkat Syah Afandi yang Kena OTT KPK Capai Rp10,6 Miliar

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#reformasi birokrasi #Pembubaran Bea Cukai #SGS #Purbaya Yudhi Sadewa #bea cukai