Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Polisi Gugur Ditebas Senjata Tajam saat Tangkap Bandar Narkoba di Katingan, 2 Rekan Masih Hilang di Hutan

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 3 Juli 2026 | 16:09 WIB
Kapolri Listyo Sigit Prabowo. (Mabes Polri)
Kapolri Listyo Sigit Prabowo. (Mabes Polri)

Radar Pasuruan - Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyatakan perang total melawan bandar dan pengedar narkoba di seluruh Indonesia. Ia meminta seluruh jajaran tidak ragu mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku peredaran gelap narkoba yang melawan saat ditindak.

"Saya minta seluruh jajaran untuk terus menyatakan perang melawan narkoba dan meningkatkan pemberantasan narkoba yang membahayakan masyarakat dan generasi muda kita," kata dia kepada awak media pada Jumat (3/7).

"Dan lakukan tindakan tegas terukur terhadap bandar atau gembong narkoba yang melawan upaya penegakan hukum, apalagi membahayakan jiwa petugas atau masyarakat," tegasnya.

Pernyataan itu disampaikan Sigit setelah Aipda Yudhie Perdana Putra gugur dalam operasi penangkapan bandar narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah. Sigit menegaskan bandar dan pengedar narkoba adalah penghancur generasi penerus bangsa yang harus diberantas tanpa kompromi.

"Mereka adalah penghancur generasi yang harus diberantas untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak bahaya narkoba yang bisa merusak generasi masyarakat dan bangsa," ucap dia.

Berdasarkan laporan dari lapangan, operasi bermula ketika Polres Katingan mengerahkan 12 personel ke Desa Tumbang Kalemei untuk menindaklanjuti informasi masyarakat soal dugaan peredaran sabu. Target operasi adalah seorang residivis kasus narkotika berinisial BIO. Petugas bergerak dalam dua tim — satu tim menindak langsung di rumah target, satu tim lain bersiaga sebagai unsur pendukung.

Target berhasil diamankan, namun situasi tiba-tiba berbalik berbahaya. Sejumlah orang di dalam rumah dan warga sekitar menyerang petugas menggunakan senjata tajam. Massa terus bertambah dan bahkan ada yang menggunakan senjata api rakitan, membuat situasi tak terkendali. Para polisi terpaksa menyelamatkan diri dengan menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol Eko Hadi Santoso mengungkapkan Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam, sementara dua personel lain masih dalam pencarian.

Baca Juga: Narkoba Jenis Baru Makin Susah Dikenali, Kemkomdigi-BNN Bersatu Lawan Peredaran Digital

"Dalam insiden tersebut, Aipda Yudhie ditemukan meninggal dunia dengan luka akibat senjata tajam. Sementara Aiptu Sumaryanto dan Bripda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian oleh tim gabungan," sesal Eko.

Pasca peristiwa tersebut, Bareskrim Polri langsung turun tangan membantu Polres Katingan. Eko memastikan pihaknya akan memberikan dukungan penuh dalam proses pencarian dua personel yang hilang, pengamanan wilayah, sekaligus pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan.

"Kami akan melakukan back up penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri," tegasnya.

Eko juga memastikan akan dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap prosedur operasi pemberantasan narkoba, mulai dari perencanaan, pemetaan ancaman, hingga kesiapan personel dan perlengkapan di lapangan.

"Pelaksanaan penindakan harus dipersiapkan secara matang, mulai dari perencanaan operasi, pemetaan potensi ancaman, hingga kekuatan personel dan perlengkapan. Keselamatan anggota merupakan prioritas," tegasnya.

Baca Juga: Kasus Korupsi MBG Makin Panas! TNI Hormati Proses Hukum Dugaan Keterlibatan Kolonel Aktif

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Operasi Narkoba #Polres Katingan #Aipda Yudhie Perdana Putra #Kalimantan Tengah #bareskrim polri