Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Warga Gali Reruntuhan dengan Tangan Kosong: Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 920 Orang, 50.000 Lebih Masih Hilang

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41 WIB
Warga dan petugas penyelamat mencari melalui reruntuhan bangunan yang runtuh di Caracas. (Ariana Cubillos/AP)
Warga dan petugas penyelamat mencari melalui reruntuhan bangunan yang runtuh di Caracas. (Ariana Cubillos/AP)

Radar Pasuruan - Jumlah korban tewas akibat gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela terus bertambah dan kini telah melampaui angka 900 jiwa. Hingga Jumat (27/6), pemerintah mencatat 920 orang meninggal dunia, hampir 3.000 orang terluka, dan lebih dari 50.000 warga masih dinyatakan hilang.

Bencana ini dipicu dua gempa berkekuatan Magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi dalam selang waktu kurang dari satu menit, dan kini tercatat sebagai gempa paling mematikan di Venezuela dalam lebih dari satu abad. Ribuan bangunan di pesisir utara negara tersebut dilaporkan roboh, termasuk hotel, apartemen, dan berbagai fasilitas umum.

Presiden sementara Venezuela Delcy Rodríguez menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mengerahkan seluruh sumber daya guna mencari korban yang masih tertimbun reruntuhan.

"Kami akan berjuang untuk menyelamatkan sebanyak mungkin orang," kata Rodriguez saat meninjau wilayah La Guaira, daerah yang mengalami kerusakan paling parah.

Kepala Badan Bantuan Kemanusiaan PBB Tom Fletcher menyebut lebih dari 50.000 orang masih belum diketahui keberadaannya sejak gempa menerjang pada Rabu malam.

Di sejumlah lokasi terdampak, warga mengaku terpaksa mencari anggota keluarga mereka sendiri karena bantuan pemerintah belum kunjung tiba. Rotny Bombart, paramedis berusia 33 tahun, menghabiskan lima jam mencari ibunya di reruntuhan apartemen OPP 33 di La Guaira yang semula berlantai 15.

Baca Juga: Gempa 7,2 dan 7,5 Magnitudo Guncang Venezuela Beruntun, 235 Tewas dan 4.300 Lebih Luka-luka

"Gedung itu memiliki 15 lantai. Atau lebih tepatnya dulu memiliki 15 lantai, karena sekarang sudah tidak ada lagi," katanya mengutip Guardian.

Bombart mengungkapkan warga terpaksa menggali puing-puing menggunakan tangan kosong dan peralatan seadanya.

"Kami memang siap menghadapi keadaan darurat, tetapi bukan untuk situasi seperti ini. Tidak ada yang benar-benar siap menghadapi bencana sebesar ini," katanya.

Kesaksian serupa disampaikan Diego González yang membutuhkan empat jam untuk mengevakuasi sepupunya dari reruntuhan apartemen di Catia La Mar.

"Orang-orang bekerja dengan tangan kosong. Peralatan sangat dibutuhkan. Catia La Mar hancur, hanya sedikit bangunan yang masih bertahan," ucapnya.

Bantuan internasional mulai berdatangan. Inggris mengerahkan 68 personel pencarian dan penyelamatan beserta enam anjing pelacak, sementara Amerika Serikat mengirimkan lebih dari 250 personel tanggap bencana. Brasil, Kolombia, Meksiko, Spanyol, Prancis, Turki, Swiss, dan El Salvador juga menyatakan siap bergabung dalam operasi kemanusiaan tersebut.

Baca Juga: Saat Pupuk Langka dan Mahal di Banyak Negara, Indonesia Justru Turunkan HET 20 Persen untuk Petani

 

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Gempa Venezuela #La Guaira #Bencana Alam #Korban Gempa #bantuan kemanusiaan