Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Tiga Calon Manajer Kopdes Merah Putih Tewas Usai Latsarmil, KSP Dudung: Belum Ada Indikasi Kelalaian

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 26 Juni 2026 | 17:19 WIB
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman. (KSP)
Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman. (KSP)

Radar Pasuruan - Kematian tiga calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan Koperasi Nelayan Merah Putih saat mengikuti latihan dasar kemiliteran menyita perhatian publik luas. Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman menyatakan hingga kini belum ditemukan indikasi kelalaian dalam insiden tersebut.

"Ada pelatihan militer dan sedang dievaluasi. Dan mendapat informasi dari Sekretariat Negara belum ada tingkat kelalaian," kata Dudung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (26/6).

Dudung menegaskan belum dapat disimpulkan bahwa kematian ketiga peserta berkaitan langsung dengan aktivitas latihan yang dijalani. Ia menilai materi pelatihan yang diberikan kepada peserta Program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia tidak tergolong berat.

"Karena memang ya namanya meninggal mungkin tidak serta-merta (karena) latihan militer. Setahu saya latihan militer untuk tingkatan SPPI dan sebagainya tidak terlalu keras," tegasnya.

Dudung menambahkan bahwa seluruh peserta telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum mengikuti pelatihan. Meski demikian, berbagai faktor — baik kondisi fisik, mental, maupun aspek lainnya tetap dapat memengaruhi kesehatan peserta selama kegiatan berlangsung. Ia pun menyampaikan duka cita atas meninggalnya tiga calon manajer tersebut dan berharap insiden serupa tidak terulang pada pelaksanaan program berikutnya.

Baca Juga: Marinir Tegaskan Peserta Latsarmil Beriwayat Penyakit Tidak Dipaksa Ikut Latihan Fisik

Aspek keselamatan, kata Dudung, harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan pelatihan. Evaluasi terhadap prosedur yang diterapkan akan terus dilakukan untuk memastikan keamanan seluruh peserta.

"Mudah-mudahan ke depannya, apa pun pelatihan ini harus sesuai dengan prosedur. Faktor keselamatan yang harus diutamakan, sehingga tidak menimbulkan korban," jelasnya.

Meski insiden ini terjadi, Dudung memastikan program pelatihan tetap akan dilanjutkan. Menurutnya, kegiatan semacam itu penting untuk membentuk karakter, disiplin, loyalitas, kemampuan kerja sama, dan jiwa korsa para peserta. Ia mencontohkan, kegiatan serupa pernah diikuti oleh para anggota Kabinet Merah Putih saat menjalani retret di Akademi Militer Magelang.

"Iya itu salah satu yang menjadi konsentrasi tidak serta-merta untuk manajer saja. Kami pun dahulu sebelum jadi di lingkungan Kabinet Merah Putih diretret dahulu di Magelang. Karena itu menurut saya penting untuk meningkatkan disiplin, loyalitas, kerja sama, jiwa korsa dan sebagainya," pungkasnya.

Baca Juga: Gempa 7,2 dan 7,5 Magnitudo Guncang Venezuela Beruntun, 235 Tewas dan 4.300 Lebih Luka-luka

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#kopdes merah putih #Dudung Abdurachman #Latsarmil #SPPI #Pelatihan Militer