Radar Pasuruan - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa pembangunan kembali Pondok Pesantren Al Khoziny di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, telah mencapai progres 50 persen.
"Saat ini yang progres pembangunan sudah lebih dari 50 persen, di beberapa bulan ke depan ini bisa dituntaskan," kata Agus saat meninjau langsung proses pembangunan di lokasi, dikutip Kamis (25/6).
Pembangunan difokuskan pada tiga fasilitas utama, yaitu asrama santri berkapasitas sekitar 830 hingga 850 orang, masjid empat lantai yang mampu menampung sekitar 1.200 orang, serta gedung pendidikan dengan sembilan ruang kelas. Seluruh bangunan dirancang saling terhubung dan terintegrasi dengan memperhatikan standar keselamatan yang telah dihitung secara cermat oleh Kementerian Pekerjaan Umum bersama kontraktor pelaksana dan konsultan teknis.
Baca Juga: Menag Ungkap 80 Pesantren Rawan Ambruk Usai Tragedi Al Khoziny
Aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam pembangunan ini, menyusul tragedi ambruknya gedung musala di lingkungan Ponpes Al Khoziny pada 29 September 2025 yang merenggut nyawa 67 santri. Selain bangunan utama, sarana pendukung seperti sanitasi dan penyediaan air bersih juga telah dipersiapkan untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak bagi para santri.
Agus menyatakan bahwa pembangunan ini diharapkan mampu menopang proses pendidikan, pembinaan akhlak, serta mencetak generasi muda yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat.
"Anggaran untuk pembangunan kembali pondok pesantren ini kurang lebih Rp122 miliar, sementara anggaran untuk renovasi sekitar 1.400 madrasah di seluruh Indonesia mencapai sekitar Rp4 triliun," katanya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni