Radar Pasuruan - Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengakui bahwa perencanaan program Makan Bergizi Gratis tidak dilaksanakan secara maksimal. Menurutnya, perencanaan yang kurang matang itulah yang memicu berbagai konflik di masyarakat seputar pelaksanaan program prioritas pemerintah tersebut.
"Jadi masalah kita adalah ide-ide besar Presiden tidak kita siapkan perencanaanya yang matang. Itu salah kita semua," ujar Luhut di Jakarta, Kamis (25/6).
Luhut menjelaskan bahwa DEN telah menggelar rapat bersama Badan Gizi Nasional untuk membahas implementasi program MBG. Dalam pertemuan tersebut, DEN menyampaikan sejumlah masukan kepada BGN guna memperbaiki berbagai persoalan yang muncul di lapangan. Akibat perencanaan yang tidak matang sejak awal, pemerintah kini terpaksa menangani masalah-masalah yang seharusnya bisa dihindari.
Baca Juga: Luhut Buka Suara soal Paradoks Ekonomi Indonesia: Tumbuh Tapi Miskin Bertambah, Ini Hitungan DEN
"Terpaksa memperbaiki yang sebenarnya tidak perlu diperbaiki kalau kita mulai dari nol, daerah 3T (terluar, terdepan, tertinggal)," ujarnya.
Meski begitu, Luhut menilai pelaksanaan MBG yang berjalan hingga saat ini sudah cukup baik. Ia optimistis program tersebut akan semakin membaik dalam satu tahun ke depan setelah dilakukan penyempurnaan di berbagai sisi.
"Saya kira program MBG yang sudah dibuat saat ini sudah bagus. Tinggal dipoles dan disempurnakan di berbagai sisi. Saya yakin dalam satu tahun ke depan hasilnya akan terlihat lebih baik," ucapnya.
Baca Juga: Marinir Tegaskan Peserta Latsarmil Beriwayat Penyakit Tidak Dipaksa Ikut Latihan Fisik
Editor : Moch Vikry Romadhoni