Radar Pasuruan - Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan jajarannya untuk melibatkan masyarakat dalam menentukan logo resmi peringatan HUT Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Atas instruksi tersebut, pemerintah meluncurkan laman resmi sebagai kanal bagi publik untuk memilih satu dari lima finalis logo yang telah melalui serangkaian seleksi dan kurasi oleh Kementerian Ekonomi Kreatif bersama Asosiasi Desainer Grafis Indonesia.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menjelaskan bahwa mekanisme pemilihan kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, di mana biasanya presiden langsung memilih dari tiga finalis.
"Biasanya lima besar (hasil seleksi sayembara desain logo, red.) itu menjadi tiga, kemudian Bapak Presiden pilih. Tetapi, kali ini, alhamdulillah, Bapak Presiden ingin ini juga agar dipilih oleh publik kelimanya begitu. Jadi, ini suatu hal yang baik dan dapat melibatkan partisipasi publik terhadap pemilihan logo," kata Menekraf Teuku Riefky Harsya saat jumpa pers di Kantor Presiden, Rabu sore.
Lima logo yang kini tersedia untuk dipilih publik merupakan hasil seleksi dari 124 karya yang masuk melalui sayembara terbuka bagi seluruh desainer grafis Indonesia. Perwakilan ADGI David Irianto menjelaskan proses seleksi dimulai dari open call, dilanjutkan kurasi, hingga tahap pitching di hadapan perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif, Kementerian Sekretariat Negara, dan Badan Komunikasi Pemerintah.
"Proses awalnya adalah open call, di mana kami membuka, open call, kepada seluruh desainer grafis di Indonesia," kata David.
Wakil Menteri Sekretariat Negara Juri Ardiantoro mengumumkan periode pemilihan berlangsung mulai 24 Juni hingga 28 Juni 2026 melalui laman resmi logo HUT Ke-81 RI. Lima finalis yang bisa dipilih masyarakat adalah logo karya David Wirawan P dari Surakarta dengan konsep "8 Harapan, 1 Tujuan", karya Fajar Novario dari Padang dengan konsep "Kolektif, Sinergi, Bertumbuh", karya Kanda Putra dari Denpasar dengan konsep "Kemanusiaan yang Terhubung", karya Rizkiawan dari Malang dengan konsep "Berdaya, Setara, Sinergi Bersama", serta karya Tiffany Djohan dari Batam dengan konsep "Demokrasi dan Kemandirian".
"Setiap karya menghadirkan interpretasi kreatif dan unik terhadap tema HUT RI Ke-81. Jadi, semua desain ini berlandaskan atau didasarkan pada pemahaman mengenai tema, yaitu Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur," kata Juri.
Sebagai insentif partisipasi, panitia menyediakan 300 hadiah bagi pemilih yang terpilih secara acak, terdiri dari 100 undangan hadir langsung di Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi, 100 suvenir resmi upacara kemerdekaan, dan 100 bantuan pendidikan.
"Jadi, kurang lebih ada 300 hadiah yang menjadi insentif bagi yang terlibat atau berpartisipasi aktif dalam pemilihan logo (HUT) Ke-81," kata Juri Ardiantoro.
Editor : Moch Vikry Romadhoni