Radar Pasuruan - Film-film Marvel dan DC selama ini dikenal memiliki karakter yang bertolak belakang. DC identik dengan karya yang gelap, sendu, dan penuh kegelisahan, sementara Marvel lebih sering tampil ceria dengan warna-warna mencolok dan humor yang mengalir di tiap adegannya. Film terbaru DC, Supergirl, hadir sebagai perpaduan menarik dari dua kutub yang berbeda tersebut.
Dibintangi Milly Alcock dan disutradarai Craig Gillespie, film ini diproduseri oleh James Gunn, sosok yang sebelumnya dikenal lewat trilogi Guardians of The Galaxy dari Marvel. Meski tidak duduk di kursi sutradara, pengaruh Gunn sangat terasa dalam Supergirl: petualangan lintas galaksi, perpindahan dari satu planet ke planet lain, pertempuran seru, hingga musik-musik jadul yang memantik nostalgia.
Supergirl mengisahkan Kara Zor-El, salah satu dari dua bangsa Planet Kripton yang masih hidup di galaksi selain Superman. Berbeda dengan Superman yang tumbuh di bumi dan menjunjung tinggi nilai kebaikan, Kara lebih mengandalkan insting dan logika dasar. Petualangannya dimulai ketika seorang anak perempuan bernama Ruthye Marye Knoll mendatanginya untuk meminta bantuan membalas dendam kepada Krem of The Yellow Hills penjahat kejam pemimpin kelompok perompak luar angkasa bernama Brigands yang telah membunuh seluruh keluarga Ruthye. Kara yang awalnya menolak akhirnya terseret masuk ke persoalan ini setelah Krem menembak anjingnya, Krypto, hingga sekarat.
Baca Juga: Jelang Toy Story 5, Disney Luncurkan Film Pendek Spesial untuk Hibur Anak-Anak Sakit di Rumah Sakit
Nuansa Guardians of The Galaxy paling terasa dalam adegan Kara membantai para Brigands, sebuah sekuen hingar-bingar penuh slow motion yang dibalut musik upbeat yang langsung mengingatkan penonton pada gaya khas Gunn. Daya tarik lain datang dari kehadiran Lobo yang diperankan Jason Momoa. Sosok anti-hero immortal yang slengekan dan berkekuatan luar biasa ini tampak sangat pas di tangan Momoa, yang sebelumnya lebih dikenal sebagai Aquaman.
Dari sisi cerita, Supergirl dirancang ramah bagi penonton yang tidak terlalu mengikuti semesta DC. Sutradara Craig Gillespie memilih pendekatan yang ringan dan bisa dinikmati siapa saja, ketimbang menghadirkan narasi kompleks penuh konspirasi yang kerap mewarnai film-film DC terdahulu.
Secara keseluruhan, Supergirl adalah film superhero dengan warna berbeda yang berhasil menyeimbangkan elemen menghibur dengan latar belakang tokoh yang kelam. Hasilnya, sebuah tontonan yang seru sekaligus layak disaksikan para penonton kasual.
Baca Juga: Kejagung Ungkap Penyelamatan Uang Negara Rp131,5 Triliun dari Kasus Korupsi Sepanjang 2020–2026
Editor : Moch Vikry Romadhoni