Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Demi Koperasi Desa Merah Putih, Kantor Pendidikan di Sleman Harus Angkat Kaki dalam Sepekan

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:27 WIB
Ilustrasi lahan koperasi desa merah putih. (AI/RADAR SIDOARJO)
Ilustrasi lahan koperasi desa merah putih. (AI/RADAR SIDOARJO)

Radar Pasuruan - Kantor Koordinator Wilayah (Korwil) Pendidikan Mlati, Kabupaten Sleman, kini harus menempati sementara ruang di SDN Tlogoadi. Perpindahan tersebut terjadi setelah gedung yang selama ini digunakan akan dialihfungsikan untuk Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Tlogoadi.

Dilansir dari Radar Jogja, Korwil Pendidikan Mlati Nur Suharyanto menjelaskan bahwa lokasi yang selama ini digunakan sebagai kantor merupakan bangunan bekas sekolah yang tidak lagi dipakai setelah penggabungan dua SDN Tlogoadi menjadi satu sekolah.

Awalnya, bangunan tersebut digunakan sebagai kantor Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pendidikan Mlati. Saat itu pemerintah kalurahan sempat berencana memanfaatkannya sebagai ruko, namun rencana tersebut terkendala perizinan karena menyangkut perubahan fungsi fasilitas pendidikan menjadi area usaha.

Kini, pemerintah kalurahan kembali meminta bangunan tersebut untuk digunakan sebagai KDMP. Karena itu, pihak Korwil Pendidikan Mlati harus segera mengosongkan gedung dalam waktu singkat.

"Sekarang, kembali diminta karena akan digunakan sebagai KDMP. Tentu kami tidak bisa berbuat banyak. Harus dikosongkan dalam satu satu minggu," katanya dihubungi, Jumat (19/6).

Menurut Nur, proses perpindahan yang berlangsung cepat membuat pihaknya harus menyesuaikan diri dengan kondisi yang ada. Untuk sementara waktu, Korwil Pendidikan Mlati menumpang di lingkungan SDN Tlogoadi.

Sejumlah dokumen dan perabot kantor pun terpaksa disimpan di dalam gudang sekolah. Padahal, ruangan tersebut sebelumnya difungsikan sebagai area parkir siswa.

Baca Juga: Pemerintah Jamin Tak Ada Jalur 'Orang Dalam' di Rekrutmen 35 Ribu Loker KDMP

Ia membenarkan bahwa salah satu alternatif lokasi yang tengah dipertimbangkan adalah SDN Nglarang. Sekolah tersebut nantinya akan direlokasi karena terdampak proyek jalan tol, sehingga sebagian bangunan yang tidak terkena dampak direncanakan dapat dimanfaatkan sebagai kantor Korwil.

Namun demikian, rencana tersebut belum bersifat final dan masih dapat berubah sewaktu-waktu.

"Tapi itu masih rencana dan kadang-kadang bisa berubah," ujarnya.

Korwil Pendidikan Mlati memiliki tugas melayani berbagai kebutuhan pendidikan mulai dari jenjang PAUD, TK, SD hingga SMP. Pelayanan yang diberikan mencakup urusan administrasi, sumber daya manusia, pembelajaran, hingga penanganan berbagai persoalan yang dihadapi sekolah.

Dalam struktur organisasinya terdapat koordinator wilayah, pengawas sekolah di setiap jenjang, penilik, serta staf pendukung lainnya.

Nur menjelaskan bahwa beban pelayanan di wilayah Mlati cukup tinggi karena jumlah satuan pendidikan yang cukup banyak. Tercatat terdapat 49 TK, 43 SD, dan 17 SMP yang berada dalam wilayah kerja Korwil Pendidikan Mlati.

Akibat perpindahan lokasi tersebut, pihaknya harus segera melakukan koordinasi dengan seluruh kepala sekolah agar pelayanan tetap berjalan lancar.

"Ada guru itu menunggu di depan, dikira korwil tutup dan belum ada orang. Padahal kami sudah standby sejak pukul 07.00," ujarnya.

Baca Juga: BPS Akan Datangi Pelaku Usaha Marketplace Door to Door pada 2026

Nur mengungkapkan bahwa sebelumnya Kantor Korwil Mlati pernah menempati gedung di Kalurahan Sendangadi. Namun karena bangunan tersebut juga diminta kembali, kantor kemudian dipindahkan ke lokasi di Tlogoadi.

Ia berharap dunia pendidikan tetap menjadi prioritas utama dan tidak dikalahkan oleh kepentingan lain yang bersifat bisnis maupun ekonomi.

"Harapan kami kalau ada kepentingan terkait bisnis atau apa, mohon tidak mengalahkan pendidikan karena pendidikan itu adalah investasi masa depan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Mustadi menegaskan bahwa rencana pemindahan kantor Korwil Mlati sebenarnya bukan keputusan yang mendadak. Menurutnya, pemerintah kalurahan telah lama berencana memanfaatkan bangunan tersebut sebagai ruko untuk meningkatkan pendapatan asli kalurahan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah kalurahan juga telah menawarkan solusi berupa pemindahan kantor ke SDN Nglarang yang sebagian bangunannya masih dapat digunakan setelah relokasi sekolah.

"Pak lurah juga ada solusi di SDN Nglarang yang akan direlokasi. Besok mau dipindahkan di sana. Kebetulan saja ini ada program KDMP," ujarnya.

Mustadi memastikan proses koordinasi terkait pemindahan kantor telah dilakukan hingga tingkat kabupaten. Karena itu, ia menilai perpindahan lokasi tersebut tidak akan mengganggu pelayanan pendidikan yang diberikan Korwil Mlati kepada sekolah-sekolah di wilayahnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Korwil Pendidikan Mlati #SDN Tlogoadi #Koperasi Desa Merah Putih #sleman #pendidikan