Radar Pasuruan - Ratusan mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Jakarta, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Cirendeu, dan Universitas Pamulang (Unpam) menggelar aksi demonstrasi di gerbang Pancasila gedung DPR/MPR RI. Massa tiba di lokasi sekitar pukul 14.00 WIB sambil membawa berbagai spanduk berisi tuntutan.
Beberapa tulisan yang terpampang di antaranya bertuliskan "REFORMASI JILID II", "Makan Bikin Goblok", "Indonesia Gawat Darurat", "Ibu Pertiwi Memanggil", dan "Jangan Melemah Kita Bukan Rupiah".
Para mahasiswa terus menyampaikan aspirasi mereka meski cuaca tampak mendung pasca hujan. Sejumlah mahasiswa bahkan terlihat berupaya merobohkan pagar dengan menggoyangkan dan menendangnya, sementara sebagian lainnya melemparkan botol minuman ke area dalam gedung DPR/MPR.
"Kita minta Prabowo Gibran mundur karena gagal memimpin Indonesia," ujar salah seorang mahasiswa.
Massa mahasiswa menyatakan akan tetap bertahan di lokasi sambil melanjutkan orasi secara bergiliran hingga ada perwakilan pihak berwenang yang bersedia menemui mereka untuk menanggapi tuntutan "Reformasi Jilid II" tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa masih berlangsung dengan pengamanan ketat. Di dalam area gedung, polisi terlihat membentuk barisan penjagaan.
Sebelumnya diberitakan, gelombang aksi unjuk rasa kembali berlangsung di Jakarta hari ini, Senin (15/6). Sebanyak 5.955 personel gabungan langsung diterjunkan ke berbagai titik strategis di wilayah Jakarta Pusat.
Adapun elemen massa yang turun ke jalan antara lain Aliansi PERISAI dan Cipayung Jakarta Barat, PC PMII Jakarta Barat, GMNI Jakarta Barat, FMN, APWKS, AGRA, SPP, FAM UI, HMI Esa Unggul, dan BEM Trisakti.
Petugas gabungan ditempatkan di tiga lokasi utama yang menjadi titik konsentrasi massa, yakni area Silang Selatan Monas, gedung DPR-MPR RI, dan kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI).
Pengamanan berskala besar ini dilakukan untuk memastikan situasi di lapangan tetap kondusif sekaligus menjamin kelancaran arus lalu lintas di tengah penyampaian aspirasi masyarakat.
Penjagaan melibatkan unsur Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, BKO TNI, hingga unsur Pemerintah Daerah (Pemda).
Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menegaskan bahwa kehadiran ribuan personel tersebut murni sebagai bentuk pelayanan demi menjaga keamanan bersama. Pihaknya berkomitmen penuh untuk menghormati hak setiap warga negara dalam menyampaikan pendapat.
"Kami menyiapkan personel untuk memastikan kegiatan penyampaian aspirasi berjalan aman dan tertib. Kami mengedepankan pendekatan humanis, persuasif, serta tetap mengutamakan keselamatan masyarakat maupun personel di lapangan," ujar Reynold, Senin (15/6).
Untuk mengantisipasi situasi yang memanas di lapangan, Reynold memberikan instruksi tegas kepada seluruh jajarannya agar tetap bersikap tenang. Profesionalitas menjadi hal yang wajib dijaga dalam pengamanan aksi kali ini.
"Laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. Layani masyarakat yang menyampaikan aspirasi dengan baik sesuai prosedur, serta tetap menjaga soliditas dalam pelaksanaan pengamanan," katanya.
Selain itu, Kapolres juga menyampaikan pesan kepada seluruh elemen mahasiswa dan masyarakat yang turun ke jalan agar tidak menodai aksi dengan tindakan anarkis.
"Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun kami mengajak seluruh peserta aksi untuk tetap menjaga ketertiban, tidak anarkis, dan mematuhi aturan yang berlaku," jelasnya.
Baca Juga: Imbas Sindir Ruben Onsu, Bisnis Sarwendah Terancam Ambruk Akibat Boikot Netizen
Editor : Moch Vikry Romadhoni