Radar Pasuruan - Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh Said Iqbal menegaskan bahwa kalangan buruh belum memiliki agenda aksi unjuk rasa, merespons rencana demonstrasi elemen mahasiswa di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, Jumat (12/6).
"Dari kelompok buruh belum ada rencana aksi," kata Said Iqbal kepada wartawan.
Said Iqbal yang juga menjabat sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan menjelaskan, absennya aksi buruh berkaitan dengan kebijakan harga BBM subsidi Pertalite yang tidak mengalami kenaikan.
"Karena BBM bersubsidi Pertalite tidak ada kenaikan harga. Hampir semua sepeda motor buruh menggunakan Pertalite," ujarnya.
Said Iqbal menambahkan bahwa perhatian utama kalangan buruh saat ini lebih difokuskan pada perjuangan revisi regulasi ketenagakerjaan, khususnya terkait pekerja outsourcing yang dinilai lebih mendesak.
"Buruh sedang fokus memperjuangkan revisi Permenaker Nomor 7/2026 tentang Pekerja Outsourcing," tegasnya.
Di sisi lain, Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersama sejumlah organisasi kemahasiswaan menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI sebagai bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah yang dinilai makin membebani masyarakat.
Ketua BEM UI Yatalathof Ma'shum Imawan menilai pertumbuhan ekonomi yang selama ini disampaikan pemerintah hanya tercermin dalam data, sementara masyarakat nyatanya masih menghadapi tekanan.
"Harga beras naik, lapangan kerja menyempit, rakyat sekarat dihajar pajak. Dan pemerintah? Sibuk memoles citra sambil membagi proyek kepada kroni," ucap Yatalathof, Kamis (11/6).
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa lima tuntutan utama kepada pemerintah, meliputi penghentian pemborosan APBN, penurunan harga kebutuhan pokok dan BBM, penghentian Program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta penghentian pembangunan Koperasi Desa Merah Putih.
Editor : Moch Vikry Romadhoni