Radar Pasuruan - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang merespons keraguan publik terkait jajaran pimpinan BGN baru yang tidak diisi oleh pakar atau ahli gizi.
Nanik menjelaskan bahwa meski struktur kepemimpinan tidak mencakup pakar gizi secara langsung, ia bersama dua wakilnya yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono, akan mendapat bimbingan dari sejumlah profesor yang duduk di Dewan Pengarah BGN.
"Di SOTK (Struktur Organisasi dan Tata Kelola) sebetulnya dari Badan Gizi Nasional berdiri itu ada Dewan Pengarah. Di Dewan Pengarah inilah akan kami isi dengan para profesor ahli gizi dan juga profesor dokter anak," ujar Nanik usai pelantikannya di Istana, Jakarta, Senin (8/6).
Dewan Pengarah tersebut nantinya akan menjadi rujukan utama dalam pengambilan kebijakan maupun pelaksanaan program BGN, termasuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca Juga: Demi BGN, Mayjen Trenggono Rela Pensiun Dini dari TNI: Siap Benahi Program Gizi Prabowo
"Jadi nanti yang akan meng-guiden kami, yang akan membimbing kami nanti adalah Dewan Pengarah yang terdiri dari tujuh orang," katanya.
Nanik bahkan mengungkapkan bahwa mayoritas anggota Dewan Pengarah kemungkinan besar berasal dari kalangan pakar gizi.
"Mungkin di antara tujuh orang itu lima kemungkinan mereka adalah dari pakar-pakar gizi. Demikian," tambahnya.
Nanik dilantik bersama Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai jajaran pimpinan BGN baru oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana, Senin (8/6) sore, berdasarkan Keppres RI Nomor 18/M Tahun 2026. Pergantian pimpinan ini dilakukan setelah tiga pimpinan sebelumnya, Dadan Hindayana, Sony Sanjaya, dan Lodewyk Pusung, tersandung kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG pekan lalu.
Editor : Moch Vikry Romadhoni