Radar Pasuruan - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Mayor Jenderal TNI (Purn) Trenggono menyatakan telah mengajukan pensiun dini dari TNI setelah resmi diangkat sebagai Wakil Kepala BGN.
"Sudah (menyampaikan pensiun dini dari TNI)," kata Trenggono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin sore.
Trenggono mengungkapkan keputusan untuk mengakhiri dinas militernya itu sudah disampaikan sejak namanya diumumkan sebagai Wakil Kepala BGN.
"Sudah (mundur), semenjak diumumkan (jadi Kepala BGN)," ujarnya.
Ia juga menegaskan pengajuan pensiun dini tersebut dilakukan sepenuhnya atas kesadaran dan kemauannya sendiri, bukan atas perintah Presiden Prabowo Subianto.
"Tidak (diminta Presiden). Jadi, saya pensiun dini. Kesediaan saya," katanya.
Trenggono hadir di Kompleks Istana Kepresidenan untuk mengikuti prosesi pelantikan sebagai Wakil Kepala BGN oleh Presiden Prabowo, bersamaan dengan pelantikan Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN dan Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala BGN.
Sebelumnya, pada Selasa (2/6), Presiden Prabowo mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala BGN serta Lodewijk Pusung dan Sony Sonjaya dari posisi Wakil Kepala BGN. Nanik sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN, Agustina sebagai Wakil Kepala BPKP, sedangkan Trenggono menjabat sebagai Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara.
Trenggono lahir pada 21 November 1969 dan merupakan lulusan Akademi Militer cabang Infanteri atau Kopassus angkatan 1993. Ia pernah menjabat Direktur Umum Akademi Militer pada 2023–2024, Direktur Pengkajian dan Pengembangan Seskoad pada 2024–2025, serta Staf Khusus Panglima TNI pada 2025.
Pergantian pimpinan BGN tersebut merupakan hasil monitoring dan evaluasi pemerintah terhadap pelaksanaan program MBG selama sekitar satu setengah tahun terakhir. Sehari setelah pencopotan, Kejaksaan Agung menetapkan Dadan Hindayana, Sony Sanjaya, dan Lodewyk Pusung sebagai tersangka dugaan korupsi tata kelola program MBG tahun anggaran 2025–2026.
Editor : Moch Vikry Romadhoni