Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Dasco Bela Kunjungan Luar Negeri Prabowo, Sebut Situasi Global Tak Bisa Diprediksi

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 3 Juni 2026 | 18:07 WIB
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memberikan keterangan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad saat memberikan keterangan di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA/Bagus Ahmad Rizaldi

Radar Pasuruan - Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa frekuensi kunjungan luar negeri yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto disesuaikan dengan kebutuhan serta perkembangan situasi politik global yang terus berubah.

Menurut Dasco, dinamika hubungan internasional tidak dapat diprediksi secara pasti sehingga strategi diplomasi yang dijalankan pemerintah tidak bisa dibatasi oleh target jumlah maupun jadwal kunjungan tertentu.

"Mempunyai strategi-strategi yang tentunya tidak bisa dibatasi dengan jadwal harus sekian kali-harus sekian kali. Karena itu dinamis," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu.

Ia menjelaskan bahwa perkembangan geopolitik dunia saat ini memiliki dampak langsung terhadap berbagai sektor di dalam negeri. Karena itu, pemerintah perlu menyusun strategi hubungan luar negeri yang fleksibel dan mampu menyesuaikan dengan perubahan kondisi global.

Baca Juga: P2G Semprot Prabowo: Janji Bahasa Portugis Saja Belum Terealisasi, Kok Sudah Nambah Bahasa Prancis?

Meski memberikan pembelaan terhadap kebijakan kunjungan luar negeri Presiden, Dasco tidak menutup ruang terhadap kritik dan masukan dari berbagai pihak. Menurutnya, saran yang berkaitan dengan substansi kebijakan tetap perlu menjadi bahan pertimbangan pemerintah.

Namun demikian, ia menilai perdebatan mengenai jumlah kunjungan luar negeri bukanlah isu utama yang perlu dipersoalkan. Dasco menegaskan bahwa Presiden selama ini menjalankan lawatan ke luar negeri secara efisien dan sesuai kebutuhan.

"Pembatasan-pembatasan, apalagi yang berkaitan dengan jumlah, waktu kunjungan, saya pikir itu tidak substantif," katanya.

Ia menambahkan, dalam beberapa kondisi tertentu Presiden juga harus melakukan perjalanan secara mendadak untuk merespons perkembangan situasi yang membutuhkan kehadiran langsung di forum internasional atau pertemuan bilateral.

"Bila ada perjalanan dadakan, menurut dia, hal itu dilakukan guna merespons situasi tertentu yang mengharuskan Presiden segera berangkat."

Karena itu, Dasco mengajak semua pihak untuk memberikan masukan yang lebih berfokus pada substansi kebijakan dibanding sekadar menyoroti frekuensi perjalanan luar negeri.

"Jadi, saya pikir hal-hal seperti itu, marilah kemudian kita memberikan masukan yang substansi dan itu pasti akan diberikan ruang," kata dia.

Baca Juga: Gibran Ingatkan Peserta Lemhannas Harus Peka Keluhan Petani dan Nelayan

Sebelumnya, mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal menyampaikan sejumlah kritik terkait aktivitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto.

Beberapa hal yang menjadi sorotan Dino antara lain pembiayaan perjalanan dinas luar negeri, jumlah anggota rombongan yang ikut mendampingi Presiden, transparansi jadwal kunjungan, hingga frekuensi kunjungan ke berbagai negara dalam kurun waktu satu setengah tahun terakhir.

Selain itu, Dino juga mengusulkan agar pertemuan dengan para kepala negara lebih banyak dilakukan dalam forum internasional sehingga dinilai dapat menghemat waktu dan biaya perjalanan.

Pernyataan Dasco menjadi respons atas kritik tersebut. Ia menegaskan bahwa kebijakan diplomasi Presiden harus dilihat dalam konteks dinamika geopolitik global yang berkembang cepat dan membutuhkan langkah-langkah yang fleksibel.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#geopolitik #Sufmi Dasco Ahmad #dino patti djalal #Prabowo Subianto #dpr ri