Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Gibran Ingatkan Peserta Lemhannas Harus Peka Keluhan Petani dan Nelayan

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 3 Juni 2026 | 17:42 WIB
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI 2026 di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA/HO-BPMI Setwapres/
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan pembekalan kepada peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas) RI 2026 di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (3/6/2026). ANTARA/HO-BPMI Setwapres/

Radar Pasuruan - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya kepekaan terhadap kondisi masyarakat bagi para peserta Pendidikan Pemantapan Pimpinan Nasional (P3N) XXVII dan Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXIX Lemhannas RI.

Pesan tersebut disampaikan Gibran saat memberikan pembekalan kepada peserta di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu. Menurutnya, calon pemimpin harus mampu memahami berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat sebelum merumuskan maupun menjalankan kebijakan.

"Sebagai para calon pemimpin, ini harus ada kepekaan, peka terhadap apa yang terjadi di akar rumput,” tegas Gibran dalam pembekalannya kepada peserta yang digelar di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu.

Gibran menjelaskan bahwa kepekaan terhadap kondisi masyarakat merupakan modal penting dalam mengambil keputusan dan menjalankan tugas kepemimpinan. Dengan memahami kebutuhan warga secara langsung, kebijakan yang dihasilkan akan lebih tepat sasaran.

Kegiatan tersebut diikuti peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari unsur pemerintahan, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga peserta dari luar negeri yang mengikuti program pendidikan kepemimpinan nasional Lemhannas RI.

Baca Juga: Momen Langka! Megawati, Prabowo, dan Gibran Satu Barisan di Upacara Hari Lahir Pancasila

Menurut Gibran, kebijakan yang efektif tidak hanya lahir dari perencanaan yang matang, tetapi juga dari pemahaman terhadap realitas yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Ia mencontohkan persoalan distribusi pupuk yang selama ini kerap terhambat oleh banyaknya regulasi.

"Coba bayangkan 145 regulasi terkait pupuk. Sudah susah, mahal, kadang-kadang barangnya tidak ada. Kita tidak ingin itu terjadi lagi," ujarnya.

Wapres menilai berbagai persoalan semacam itu hanya dapat dipahami apabila pemimpin turun langsung ke lapangan dan mendengarkan keluhan masyarakat. Karena itu, ia mendorong para peserta untuk lebih sering berinteraksi dengan warga di daerah.

"Itulah kenapa kalau saya di lokasi pasti menyempatkan waktu untuk berdiskusi dulu dengan kepala desa, nelayan, petani. Mereka keluhannya pasti banyak. Ini yang harus kita tindak lanjuti," katanya.

Baca Juga: Raffi Ahmad Jalani Operasi Tengah Malam Usai Pulang Haji, Rekan Artis Ramai Kirim Doa

Selain kepekaan, Gibran juga mengingatkan pentingnya membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Menurutnya, komunikasi yang efektif akan membantu pemerintah memastikan setiap kebijakan dapat diterima dan menjawab kebutuhan warga.

"Bapak-Ibu harus peka terhadap kondisi terkini. Bangun komunikasi yang baik agar setiap langkah dan pelaksanaan kebijakan benar-benar disesuaikan dengan kondisi masyarakat dan dapat diterima oleh masyarakat," ujarnya.

Ia berharap seluruh peserta dapat memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan di Lemhannas RI.

Sementara itu, Gubernur Lemhannas RI Tubagus Ace Hasan Syadzily menjelaskan bahwa para peserta telah mendapatkan pembekalan terkait wawasan kebangsaan, kepemimpinan nasional, ketahanan nasional, geopolitik, hingga geostrategi.

Menurut Ace, pendidikan tahun ini diselaraskan dengan agenda Asta Cita Presiden dan Wakil Presiden. Tema yang diangkat untuk peserta P3N adalah "Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional", sedangkan peserta P4N mengusung tema "Penguatan Ketahanan Pangan untuk Kemandirian dan Kesejahteraan Rakyat".

Ace menambahkan, Lemhannas terus melakukan penyesuaian kurikulum dan metode pembelajaran guna menjawab tantangan global yang semakin kompleks.

"Karena itu diperlukan penyesuaian terhadap kurikulum dan metode pembelajaran tanpa mengurangi substansi pendidikan yang menjadi kekuatan utama Lemhannas dalam mencetak pimpinan nasional di bidang ketahanan nasional, geopolitik global, maupun geostrategi," katanya.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Wakil Gubernur Lemhannas RI Erwin S. Aldedharma, Pelaksana Tugas Sekretaris Wakil Presiden Al Muktabar, serta Staf Khusus Wakil Presiden Nicolaus Teguh Budi Harjanto.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Gibran Rakabuming Raka #Lemhannas RI #P3N #P4N #Kebijakan Publik