Radar Pasuruan - Seorang tentara Israel tewas dan empat lainnya terluka setelah drone milik Hizbullah meledak di wilayah Lebanon selatan, memperlihatkan kembali kerentanan operasi militer Israel di perbatasan utara di tengah eskalasi yang terus berlanjut.
Militer Israel (IDF) pada Minggu (31/5) mengumumkan identitas tentara yang tewas sebagai Staff-Sergeant Michael Tyukin, 21 tahun, anggota Batalion Pengintaian Brigade Givati.
Tyukin merupakan warga Ashkelon dan anak tunggal yang pindah dari Ukraina ke Israel bersama ibunya enam tahun lalu. Empat tentara lainnya dilaporkan mengalami luka ringan.
Hasil penyelidikan awal militer Israel yang dilansir Jerusalem Post menyebut drone Hizbullah tersebut tidak menggunakan perangkat penglihatan malam. Namun drone tetap berhasil menghantam pasukan Israel yang tengah bergerak di Lebanon selatan.
Menurut laporan Army Radio, salah satu dugaan menyebut pasukan Israel telah diketahui rutin menggunakan jalur tersebut, sementara dugaan lain menyebut kelompok Hizbullah memanfaatkan cahaya bulan purnama untuk membantu navigasi drone menuju target.
Baca Juga: Trump Ancam Iran dengan Serangan Baru Jika Negosiasi Gagal
Fakta ini menimbulkan pertanyaan serius mengenai efektivitas sistem keamanan dan deteksi Israel, terutama setelah negara tersebut menggelar operasi udara besar-besaran di Lebanon.
Dalam pernyataan terpisah, militer Israel mengumumkan pasukan daratnya telah menyeberangi Sungai Litani dan menguasai area Beaufort Ridge serta Wadi al-Saluki di Lebanon selatan.
Operasi tersebut disebut bertujuan menghilangkan ancaman Hizbullah terhadap warga Israel di wilayah utara, didahului serangan udara besar-besaran terhadap infrastruktur Hizbullah.
Langkah Israel memperluas operasi hingga melewati Sungai Litani dinilai berpotensi meningkatkan ketegangan regional dan memperpanjang konflik lintas perbatasan yang terus memakan korban di kedua belah pihak.
Baca Juga: 6.546 Gerai Indomaret Serentak Tutup, Ini Alasan Sebenarnya yang Bikin Karyawan Kompak Absen
Editor : Moch Vikry Romadhoni