Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Prabowo Lantang di Hari Pancasila: Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan pada Kita, Indonesia Harus Berdiri di Kaki Sendiri

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 1 Juni 2026 | 16:37 WIB
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanat dalam Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kompleks Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta Pusat, Senin (1/6). (Istimewa)
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan amanat dalam Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Kompleks Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Jakarta Pusat, Senin (1/6). (Istimewa)

Radar Pasuruan - Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia harus berani mengambil keputusan sulit demi kepentingan jangka panjang bangsa, karena tidak ada negara lain yang akan bersimpati ketika Indonesia menghadapi kesulitan.

"Tidak ada negara yang merdeka tanpa kemakmuran. Kita tidak mau jadi bangsa yang tergantung oleh bangsa lain. Karena sesungguhnya, tidak ada bangsa lain yang akan kasihan sama kita," tegas Prabowo dalam pidatonya di Hari Kelahiran Pancasila, Jakarta, Senin (1/6).

"Kalau kita dalam kesulitan, kalau rakyat kita lapar, kalau rakyat kita dalam kesulitan, tidak ada bangsa lain, kekuatan lain yang akan kasihan atau membantu kita," lanjut Prabowo.

Ia mengingatkan amanat Presiden pertama Soekarno agar Indonesia berani mandiri dan tidak bergantung pada pihak luar.

"Sebagaimana pendiri bangsa kita, sebagaimana proklamator kita, Bung Karno pernah menganjurkan kepada kita, kita harus berani berdiri di atas kaki kita sendiri. Itu adalah intisari daripada negara yang berdaulat," ungkapnya.

Prabowo menegaskan bahwa fondasi ekonomi nasional telah dirancang para pendiri bangsa dan menempatkan rakyat sebagai pelaku utama pembangunan, sebagaimana tertuang dalam Pasal 33 UUD 1945.

"Ekonomi Pancasila adalah ekonomi yang egaliter, ekonomi kerakyatan. Ekonomi kita berdasarkan rancang bangun, cetak biru yang dibuat oleh pendiri-pendiri bangsa kita, oleh Bung Karno, Bung Hatta, Bung Syahrir, dan semua pendiri-pendiri bangsa kita, tertuang dengan sangat jelas dalam Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945," ujar Prabowo.

Baca Juga: Rumah Sarwendah Terancam Disita Bank! Kuasa Hukum Ungkap Cicilan Macet Sejak Juni 2024

Ia menekankan pentingnya penguatan koperasi, usaha kecil dan menengah, serta menjadikan desa sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru.

"Karena itu, koperasi harus diperkuat, koperasi harus bangkit. Koperasi adalah salah satu alat untuk mengangkat rakyat kita dari keadaan kemiskinan dan ketidakberdayaan. Usaha kecil dan menengah harus kita perkuat. Dan desa harus menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru," katanya.

Prabowo mempertegas bahwa rakyat tidak boleh hanya menjadi objek, melainkan pelaku utama pembangunan yang turut menentukan arah dan hasilnya.

"Karena itu rakyat harus menjadi pelaku utama dari pembangunan. Bukan sekadar objek pembangunan, apalagi hanya menjadi alat pembangunan," tegasnya.

Ia memaparkan sejumlah strategi transformasi yang tengah dijalankan pemerintah, mulai dari hilirisasi sumber daya alam, penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan koperasi dan ekonomi desa, program makan bergizi gratis, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

"Kita memperkuat hilirisasi sumber daya alam, kita membangun ketahanan pangan nasional, kita memperkuat koperasi dan ekonomi desa, kita terus memberi makan bergizi gratis untuk membangun generasi Indonesia yang sehat dan unggul dan cerdas," katanya.

Prabowo juga memperingatkan bahwa proses transformasi bangsa tidak akan berjalan mulus dan akan menghadapi perlawanan dari pihak-pihak yang selama ini diuntungkan oleh praktik korupsi dan ekonomi ilegal.

"Kita akan menghadapi rintangan, kita akan menghadapi tantangan. Mungkin juga kita akan menghadapi perlawanan dari kelompok-kelompok yang suka dengan korupsi, suka dengan penyelundupan, suka dengan tindakan-tindakan ekonomi yang ilegal," ujarnya.

Baca Juga: Rumah Sarwendah Terancam Disita Bank! Kuasa Hukum Ungkap Cicilan Macet Sejak Juni 2024

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Hari Lahir Pancasila #Ekonomi Pancasila #Kemandirian Ekonomi #Hilirisasi SDA #Prabowo Subianto