Radar Pasuruan - Konflik geopolitik di Timur Tengah mulai terasa dampaknya bagi para calon jamaah umrah dan haji. Ketegangan global memicu lonjakan harga avtur yang berimbas pada melambungnya harga tiket pesawat, diperparah oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang mendongkrak biaya hotel dan akomodasi di Tanah Suci.
Menghadapi situasi ini, para pelaku biro perjalanan harus memutar otak. Salah satunya Marco Tour & Travel, yang menyiapkan strategi khusus agar jamaah tidak terlalu terbebani namun tetap mendapat pelayanan terbaik.
"Kita terus melakukan upaya agar kenaikan tidak terlalu memberatkan jamaah tanpa kita harus menurunkan kualitas pelayanan dan fasilitas kepada jamaah, kita juga memberikan pilihan variasi paket perjalanan dengan rentang waktu berbeda hingga fasilitas berbeda yang lebih fleksibel agar jamaah bisa menyesuaikan biayanya," ujar Direktur Operasional Marco Travel Syarif Thalib.
Dengan pengalaman 22 tahun di industri ini, Syarif Thalib tetap optimistis. Pihaknya memilih fokus pada transparansi biaya serta edukasi kepada jamaah mengenai dinamika perjalanan internasional yang tengah bergejolak.
Di tengah tekanan biaya operasional, Marco Travel juga memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan ibadah haji yang nyaman sekaligus sesuai sunnah Rasulullah SAW.
"Tetap menjalankan rangkaian ibadah sunnah haji, termasuk pelaksanaan tarwiyah, bermalam di Muzdalifah, hingga penempatan tenda jamaah yang strategis di Mina," jelas Syarif Thalib.
Pada 8 Dzulhijjah, jamaah diajak bergerak menuju Mina untuk tarwiyah demi memperbanyak ibadah sebelum puncak haji di Arafah. Kenyamanan fisik jamaah pun menjadi perhatian utama, termasuk saat mabit atau bermalam di Muzdalifah di area terbuka.
"Untuk menunjang kenyamanan jamaah selama berada di area terbuka, pihak travel telah menyiapkan matras atau busa khusus sebagai alas istirahat," ujar Syarif Thalib.
Fasilitas ekstra juga disiapkan di Mina. Menghadapi suhu ekstrem Arab Saudi yang bisa mencapai 45 derajat Celsius, tersedia tenda ber-AC di lokasi yang hanya berjarak 150 meter dari area Jamarat, sehingga sangat memudahkan jamaah lansia.
"Pelayanan haji bukan hanya soal fasilitas mewah, tetapi juga bagaimana jamaah dapat menjalankan ibadah sesuai sunnah dengan aman, nyaman, dan lebih tenang, dengan pengalaman panjang dalam penyelenggaraan ibadah haji dan umrah," imbuh Syarif Thalib.
Editor : Moch Vikry Romadhoni