Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Iran Balas Serang Pangkalan AS Dini Hari: Eskalasi Militer di Selat Hormuz Makin Berbahaya

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 28 Mei 2026 | 18:04 WIB
Ilustrasi bendera Iran. (REUTERS/Leonhard Foege)
Ilustrasi bendera Iran. (REUTERS/Leonhard Foege)

Radar Pasuruan - Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah Garda Revolusi Iran (IRGC) mengklaim melancarkan serangan terhadap pangkalan militer AS sebagai balasan atas serangan udara Amerika di dekat Bandara Bandar Abbas, Kamis (28/5) waktu setempat.

Iran menyebut serangan tersebut sebagai peringatan serius bagi Washington agar menghentikan agresi militernya di Teluk Persia dan Selat Hormuz.

Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita semi-resmi Tasnim, IRGC mengungkapkan serangan dilakukan pada pukul 04.50 waktu setempat, menargetkan pangkalan AS yang dianggap sebagai sumber serangan sebelumnya.

"Setelah agresi dini hari oleh tentara Amerika terhadap sebuah titik di pinggiran Bandara Bandar Abbas menggunakan proyektil udara, pangkalan militer Amerika sebagai sumber agresi menjadi target pada pukul 04.50 pagi," demikian pernyataan IRGC.

Iran juga memperingatkan bahwa setiap serangan lanjutan dari AS akan direspons dengan tindakan yang lebih tegas dan menentukan.

Baca Juga: Trump Beri Ultimatum ke Iran, Selat Hormuz Terancam Memanas Lagi

Insiden ini terjadi hanya beberapa jam setelah militer AS mengumumkan serangkaian serangan defensif terhadap target Iran sebagai respons atas serangan sebelumnya. Washington mengklaim berhasil menembak jatuh empat drone serang satu arah di wilayah Selat Hormuz dan menghancurkan satu stasiun kendali darat di Bandar Abbas. Serangan itu menjadi aksi militer kedua AS terhadap Iran dalam tiga hari terakhir, menandai eskalasi yang kian cepat di kawasan.

Meski Iran tidak menyebutkan pangkalan mana yang menjadi target, militer Kuwait menyatakan pihaknya merespons serangan rudal dan drone bermusuhan pada Kamis kemarin. Belum jelas apakah insiden di Kuwait terkait langsung dengan klaim serangan IRGC, dan pihak AS juga belum memberikan rincian resmi mengenai dampak serangan tersebut.

Meningkatnya intensitas serangan antara Iran dan AS memicu kekhawatiran akan meluasnya konflik di Timur Tengah, kawasan yang menjadi lokasi banyak pangkalan militer Amerika sekaligus jalur perdagangan energi vital dunia. Jika eskalasi terus berlanjut, dampaknya diperkirakan tidak hanya mengancam stabilitas regional, tetapi juga mengguncang harga minyak dunia dan perekonomian global.

Baca Juga: Petani Tembakau dan Cengkeh Kompak Tolak Kemasan Polos Rokok: Aturan Kemenkes Dinilai Jebakan Matikan Ekosistem

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#selat hormuz #Iran AS #IRGC #Pangkalan Militer AS #konflik timur tengah