Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Tito Karnavian Buka Data: 1.000 Sekolah Sumatra Belum Direhab, Sebagian Siswa Masih Belajar di Tenda

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 27 Mei 2026 | 16:48 WIB
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari. (Istimewa)
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI) Muhammad Qodari. (Istimewa)

Radar Pasuruan - Pemerintah menjadikan revitalisasi satuan pendidikan di wilayah terdampak bencana sebagai salah satu prioritas utama pemulihan pascabencana di Sumatra. Hingga 12 Mei 2026, bantuan revitalisasi telah disalurkan untuk 3.084 sekolah di wilayah terdampak.

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Muhammad Qodari menyatakan percepatan revitalisasi sekolah di Pulau Sumatra merupakan wujud perhatian serius pemerintah dan DPR RI terhadap penanganan pascabencana.

"Rapat koordinasi ini merupakan perhatian yang besar dari Bapak Presiden, dari pemerintah dan DPR RI terhadap bencana yang terjadi di Sumatra," kata Qodari dalam konferensi pers usai Rapat Koordinasi Penanganan Pascabencana Sumatra di DPR RI, Jakarta, Senin (25/5).

Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, mengungkapkan total sekolah terdampak bencana di Sumatra mencapai 4.992 sekolah. Dari jumlah tersebut, Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan revitalisasi dan rehabilitasi untuk 3.084 sekolah.

Terkait lebih dari 1.000 sekolah yang belum direvitalisasi, Tito menegaskan proses rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah-sekolah itu masih dalam tahap perencanaan pembangunan lanjutan.

Baca Juga: Polisi Ungkap Bukti Kabel Rusak Tak Rapi, PLN Pastikan Listrik Sumatera Pulih Total

"Nah masih ada sekitar seribuan lagi yang ditanyakan tadi, yang seribuan tadi bukan berarti didiamkan. Yang seribuan tadi nanti Kementerian Dikdasmen akan melakukan kerja sama lagi untuk rencana pembangunannya," jelas Tito.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran besar untuk mempercepat pemulihan sektor pendidikan pascabencana Sumatra. Dari total anggaran yang disiapkan, sekitar Rp 2 triliun telah dicairkan, sementara sisanya sekitar Rp 1,8 hingga Rp 1,9 triliun masih menunggu penyaluran.

Selain kerusakan sekolah, sejumlah infrastruktur lain seperti jembatan juga belum sepenuhnya pulih. Meski demikian, proses belajar mengajar di sebagian besar wilayah terdampak tetap berjalan, meski sejumlah sekolah masih menggunakan fasilitas sementara terutama di kawasan rawan bencana yang direncanakan untuk direlokasi.

"Dari 4.922 sekolah, ada beberapa sekolah yang ada di tenda, terutama di daerah merah yang diharap relokasi," ujarnya.

Baca Juga: Idul Adha di Kantor Pajak: Purbaya Kurban Sapi Simental Jumbo 868 Kg, Tegaskan Beli Pakai Uang Pribadi

Pemerintah kini tengah membahas kesiapan lokasi relokasi bagi sekolah-sekolah di zona rawan bencana, sementara sebagian sekolah lain masih menumpang di sekolah terdekat atau menggunakan kelas darurat.

"Ada juga yang menumpang di sekolah yang lain. Ada juga yang di kelas darurat," katanya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Pascabencana Sumatra #Revitalisasi Sekolah #Rehabilitasi Pendidikan #tito karnavian #kemendikdasmen