Radar Pasuruan - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa secara simbolis menyerahkan satu ekor sapi kurban kepada panitia di Masjid Salahuddin Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta Selatan, Rabu (27/5).
Sapi berjenis crossing simental berbobot 868 kilogram dan berusia sekitar tiga tahun itu dipastikan dibeli menggunakan dana pribadi Purbaya.
"(Pembelian sapi pakai dana APBN?) Dana pribadi lah. Yang rumah juga dana pribadi. Kan lumayan tuh ada bonus. Jadi kita pakai di sini. Terus kan nggak jadi haji," kata Purbaya kepada awak media di Jakarta.
Hewan kurban tersebut akan disembelih dan dagingnya didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima, khususnya warga sekitar kantor Kemenkeu dan kelompok prasejahtera.
Dalam momen Idul Adha ini, Purbaya menegaskan bahwa perayaan kurban bukan sekadar ritual tahunan, melainkan momentum mempertebal nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
"Idul Adha bukan sekadar ritual tahunan, melainkan sebuah momentum untuk memperkuat rasa kemanusiaan dan keadilan sosial. Hewan kurban yang kita salurkan hari ini adalah simbol dari komitmen kita untuk saling berbagi, terutama bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan," jelasnya.
Baca Juga: Menkeu Purbaya Tak Tahu Sumber Dana Sapi Kurban Prabowo: Rasanya Beliau Pakai Duit Sendiri
Purbaya juga mengingatkan seluruh jajaran pegawai Kemenkeu agar semangat berkurban tercermin dalam pengelolaan keuangan negara, dengan memastikan APBN senantiasa diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat luas, terutama kelompok rentan.
"Semangat berkurban memiliki korelasi erat dengan tugas sebagai punggawa keuangan negara, yakni mengasah kepekaan sosial agar APBN yang dikelola senantiasa diarahkan untuk kesejahteraan masyarakat luas," jelasnya.
Berdasarkan data panitia kurban Kemenkeu Pusat, pada Idul Adha tahun ini Kemenkeu menyalurkan total 486 hewan kurban yang terdiri dari 262 sapi dan 224 kambing. Seluruhnya berasal dari partisipasi mandiri 1.790 pegawai di berbagai unit eselon I Kemenkeu di seluruh Indonesia, dengan distribusi daging kurban dilakukan bersama lembaga amil zakat resmi dan pengurus masjid setempat.
Baca Juga: Misteri Santriwati Hamil Tanpa Berhubungan Badan di Pekalongan: Ayah F Pilih Anggap Takdir Allah
Editor : Moch Vikry Romadhoni