Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Misteri Santriwati Hamil Tanpa Berhubungan Badan di Pekalongan: Ayah F Pilih Anggap Takdir Allah

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 27 Mei 2026 | 16:20 WIB
ilustrasi orang hamil.
ilustrasi orang hamil.

Radar Pasuruan - Fakta di balik viralnya kasus santriwati berinisial F (22) di Pekalongan yang mengaku hamil dan melahirkan tanpa berhubungan badan satu per satu mulai terungkap.

Dokter klinik yang menangani persalinan membenarkan bahwa F melahirkan pada Desember 2025 di Klinik dr. Imamah, Kecamatan Doro, hanya ditemani kedua orang tuanya tanpa kehadiran pihak yang mengaku sebagai ayah bayi.

"Iya, pasien datang pada tanggal 13 Desember 2025 pukul 22.00 dalam kondisi bukaan sudah lengkap (tinggal melahirkan). Pukul 22.30 bayinya lahir," terang dr. Imaamah Muqodassah, dilansir dari Metropekalongan.com (JawaPos Group), Rabu (27/5/2026).

Bayi tersebut lahir dalam kondisi sehat dengan berat badan 2,9 kilogram, lingkar kepala dan dada masing-masing 31 cm, serta panjang badan 48 cm. Usia kehamilan F tercatat 39 minggu dan ini merupakan persalinan pertamanya.

Imaamah menyebut pihak klinik baru mengetahui kondisi pasien setelah proses administrasi pascapersalinan rampung, karena kedatangan F dalam kondisi darurat sehingga penanganan medis langsung menjadi prioritas.

"Kami hanya menangani secara profesional, karena kondisinya memang darurat segera melahirkan. Kami tidak terpikir apa-apa selain mengutamakan pasien," ucapnya.

Baca Juga: Kiai Pimpinan Ponpes di Pekalongan Ditangkap, Lecehkan 6 Santriwati, Ada Korban Diduga Hamil dan Melahirkan

Narasi yang beredar menyebut F baru menyadari dirinya hamil pada September 2025 setelah tidak mengalami menstruasi, lalu melahirkan pada Desember 2025. Yang membuat keluarga terheran-heran, perut F disebut hanya membesar pada waktu Magrib hingga Isya, lalu kembali mengecil seperti biasa.

Ayah F, Slamet, membenarkan hal tersebut saat ditemui di kediamannya, Senin (25/5/2026). Ia menegaskan keluarga telah meyakini kejadian itu sebagai takdir Allah dan tidak berniat menempuh jalur hukum untuk mencari tahu siapa ayah dari bayi tersebut.

"Kami sudah meyakini memang begitu kejadiannya. Kami sudah meyakini dan menganggap ini takdir Allah. Biar orang tidak percaya. Kami pun heran dan bingung, tapi mau bagimana? Saya perlu menjelaskan bagaimana lagi?" kata Slamet dan istrinya.

Slamet mengungkapkan F telah mondok selama tujuh tahun di pesantren tersebut. Ia mengaku tidak pernah mencurigai apa pun karena lingkungan pesantren sangat ketat dengan lokasi santri putra dan putri yang terpisah.

Bayi F kini telah diadopsi secara resmi oleh sebuah keluarga di Kabupaten Banjarnegara. Slamet dan istrinya telah mengunjungi lokasi keluarga pengadopsi untuk memastikan kondisi bayi.

"Bayinya ganteng. Ya, ada rasa sedikit menyesal harus kami serahkan ke pengadopsi, siapa tahu nanti dia jadi orang besar atau wali. Tapi kalau tetap di sini, ya tahu sendiri bagaimana lah. Nanti anak saya jadi dibully terus," ucapnya.

Slamet memohon agar publik tidak terus membesarkan isu ini karena kondisi mental F semakin memburuk seiring viralnya kasus tersebut di media sosial.

"Awalnya malah dia yang menguatkan saya agar menerima kejadian ini dan mengajak menghadapi bersama. Tapi makin ke sini makin viral. Anak saya makin drop. Sekarang sudah saya larang lihat media sosial. Saya juga tidak lihat berita dan medsos," bebernya.

Baca Juga: Rerata Matematika SD dan SMP Tak Sampai 50, Sinyal Krisis Literasi Numerasi Nasional

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Santriwati Pekalongan #Hamil Tanpa Hubungan Badan #Ponpes Pekalongan #Kasus Viral #Fakta Persalinan