Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Trump Beri Ultimatum ke Iran, Selat Hormuz Terancam Memanas Lagi

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 9 Mei 2026 | 17:18 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Reddit)
Presiden AS Donald Trump. (Reddit)

Radar Pasuruan - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan bahwa negaranya dapat meningkatkan operasi militer di Selat Hormuz apabila kesepakatan dengan Iran gagal dicapai.

"Kita akan menempuh jalur berbeda jika semuanya tidak disepakati dan diselesaikan," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih pada Jumat (8/5).

Saat ditanya mengenai kemungkinan AS kembali menjalankan operasi Project Freedom, Trump menjawab, "Saya rasa tidak," namun tetap membuka peluang operasi tersebut dilakukan kembali.

Trump menyebut Pakistan yang berperan sebagai mediator dalam perundingan AS-Iran meminta Washington untuk tidak melanjutkan operasi militer. "Kita mungkin akan kembali ke Project Freedom jika semuanya tidak berjalan baik," katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa operasi tersebut dapat berkembang menjadi Project Freedom Plus, yang berarti cakupan operasi akan diperluas. Namun Trump tidak menjelaskan lebih lanjut mengenai bentuk langkah tambahan yang dimaksud.

Ketegangan di kawasan Timur Tengah meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian melakukan serangan balasan ke Israel dan sekutu AS di kawasan Teluk.

Baca Juga: Jalur Minyak Dunia Dikunci, Iran Terapkan Aturan Baru di Selat Hormuz

Situasi tersebut turut berdampak pada penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi energi global. Pada 8 April, gencatan senjata mulai diberlakukan melalui mediasi Pakistan, tetapi pembicaraan di Islamabad belum menghasilkan kesepakatan jangka panjang.

Trump kemudian memperpanjang masa gencatan senjata tanpa menetapkan batas waktu tertentu. Sejak 13 April, Angkatan Laut AS juga disebut melakukan blokade terhadap lalu lintas maritim Iran di Selat Hormuz.

Pada Selasa sebelumnya, Trump mengumumkan bahwa militer AS akan menghentikan sementara Project Freedom yang bertujuan memulihkan kebebasan navigasi kapal komersial di Selat Hormuz. Meski demikian, ia menegaskan blokade AS tetap “berlaku penuh.” 

Baca Juga: Syekh Ahmad Al Misry Diburu Internasional Usai Jadi Tersangka Pelecehan

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#selat hormuz #project freedom #amerika serikat #iran #donald trump