Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Kiai Ashari Akhirnya Ditangkap Saat Bersembunyi di Masjid

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 7 Mei 2026 | 15:57 WIB
Tampang oknum kiai yang diduga mencabuli 50 santriwati Ponpes Pati, ditangkap di Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (7/5). (Istimewa)
Tampang oknum kiai yang diduga mencabuli 50 santriwati Ponpes Pati, ditangkap di Wonogiri, Jawa Tengah, Kamis (7/5). (Istimewa)

Radar Pasuruan - Ashari, pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian setelah diduga melakukan pencabulan terhadap puluhan santriwati.

Ashari ditangkap oleh Satreskrim Polresta Pati saat bersembunyi di Masjid Agung Purwantoro pada Kamis (7/5) sekitar pukul 04.00 WIB.

Kasatreskrim Polresta Pati, Dika Hadian Widya Wiratama, mengatakan proses pengejaran terhadap tersangka telah dilakukan sejak 4 Mei 2026.

“Kami sudah melakukan pengejaran sejak tanggal 4 Mei. (Setelah ditangkap di Wonogiri, Ashari) akan kami bawa ke Mapolresta Pati,” ujar Kompol Dika.

Selama dalam pelarian, Ashari diketahui terus berpindah-pindah lokasi untuk menghindari kejaran aparat. Polisi menyebut tersangka sempat berada di Kudus, kemudian bergerak ke Bogor, Jakarta, Solo, hingga akhirnya terlacak di Wonogiri.

“AS sempat ke Kudus kemudian Bogor, lanjut Jakarta, habis itu ke Solo kemudian Wonogiri," imbuhnya.

Setelah berhasil diamankan, Ashari langsung dibawa ke Mapolresta Pati guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Baca Juga: Kiai Cabul Pengasuh Ponpes di Pati Kabur, Polisi Siap Jemput Paksa

Kasus dugaan pencabulan ini sebelumnya sempat ramai dibicarakan publik. Jumlah korban disebut mencapai 30 hingga 50 santriwati.

Meski kasus tersebut telah mencuat sejak 2024, proses hukum kala itu sempat berhenti karena adanya upaya penyelesaian secara kekeluargaan.

Kuasa hukum korban, Ali Yusron, menyebut hingga saat ini baru delapan korban yang resmi melapor ke pihak kepolisian. Namun berdasarkan keterangan sejumlah saksi, jumlah korban diperkirakan jauh lebih banyak.

"Berdasarkan informasi yang kami himpun, korbannya lebih dari delapan orang. Sebagian besar berasal dari wilayah Rembang. Banyak yang belum berani bicara karena takut kualat kepada kiainya,” ujarnya.

Pelaku diduga memanfaatkan posisinya sebagai pengasuh pondok pesantren untuk mempengaruhi para santriwati. Ia disebut menanamkan doktrin kepatuhan sehingga korban merasa takut untuk menolak maupun melapor.

Baca Juga: Penyanyi Indonesian Idol Piche Kota Dipulangkan, Resmi Bebas dari Jerat Hukum

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#kiai ashari #pencabulan #pati #pondok pesantren #kriminal