Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

China Bela Iran di Tengah Konflik dengan AS, Selat Hormuz Memanas

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 6 Mei 2026 | 17:15 WIB
Menteri Luar Negeri China Wang Yi. ANTARA/Desca Lidya Natalia/aa.
Menteri Luar Negeri China Wang Yi. ANTARA/Desca Lidya Natalia/aa.

Radar Pasuruan - China pada Rabu (6/5) menyatakan dukungannya kepada Iran di tengah konflik dengan Amerika Serikat, saat China juga bersiap menerima kunjungan Presiden AS Donald Trump pekan depan.

Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyampaikan bahwa pihaknya mendukung Iran dalam menjaga kedaulatan serta keamanannya. Ia juga mengapresiasi upaya Iran dalam mencari solusi politik melalui jalur diplomasi. Pernyataan tersebut disampaikan kepada Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dalam pertemuan di Beijing.

Wang menegaskan pentingnya penghentian permusuhan secara menyeluruh serta menilai bahwa dimulainya kembali konflik bukanlah pilihan. Ia juga menekankan bahwa negosiasi harus terus dilanjutkan, sebagaimana disampaikan dalam keterangan resmi Kementerian Luar Negeri China.

Pertemuan ini menjadi yang pertama antara kedua menteri sejak pecahnya konflik pada 28 Februari, ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Sementara itu, Donald Trump dijadwalkan melakukan kunjungan ke China pada 14–15 Mei. Pihak Gedung Putih telah mengonfirmasi rencana tersebut, meskipun sebelumnya sempat tertunda akibat konflik dengan Iran. Kementerian Luar Negeri China juga menyatakan komunikasi dengan Washington masih terus berlangsung terkait kunjungan tersebut.

Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz yang kini disebut-sebut terblokir oleh kekuatan militer AS dan Iran, sehingga berdampak pada pasokan energi global.

“Mengenai Selat Hormuz, komunitas internasional memiliki kekhawatiran bersama untuk memulihkan jalur pelayaran yang normal dan aman, dan China berharap pihak-pihak yang terlibat akan segera merespons seruan kuat dari komunitas internasional,” ucap Wang kepada Araghchi.

Lebih lanjut, Wang juga memuji komitmen Iran untuk tidak mengembangkan senjata nuklir serta mengakui hak negara tersebut dalam memanfaatkan energi nuklir untuk tujuan damai.

Baca Juga: Tim China Turun Tangan! Tapi Medan Banjir Aceh Bikin Kewalahan

Di sisi lain, Trump tetap menegaskan bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir dan menyatakan kemungkinan tindakan militer untuk mengamankan uranium yang telah diperkaya oleh Teheran.

Wang juga mendorong negara-negara di kawasan Teluk dan Timur Tengah untuk menentukan masa depan mereka sendiri melalui dialog, serta memperkuat hubungan bertetangga yang harmonis.

“China mendukung negara-negara kawasan dalam membangun perdamaian dan arsitektur keamanan yang melibatkan partisipasi bersama, menjaga kepentingan bersama, dan mencapai pembangunan bersama,” ucap Wang.

Di tengah kebuntuan diplomasi antara Iran dan AS, Araghchi diketahui telah melakukan kunjungan ke beberapa negara, termasuk Pakistan, Oman, dan Rusia.

Konflik yang berlangsung sejak akhir Februari itu telah menelan korban besar. Lebih dari 3.300 orang dilaporkan tewas di Iran dan puluhan ribu lainnya mengungsi. Di pihak AS, sedikitnya 13 tentara tewas dan puluhan lainnya mengalami luka-luka akibat serangan balasan Iran terhadap pangkalan militer di kawasan Timur Tengah.

Baca Juga: Jamaah Haji Indonesia Dilarang Umrah Lebih dari 3 Kali, Ini Alasannya

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#selat hormuz #geopolitik #china iran #amerika serikat #konflik timur tengah