Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

13 Taman Nasional RI Disiapkan Jadi Kelas Dunia, Bromo Jadi Percontohan

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 1 Mei 2026 | 16:48 WIB
Menhut Raja Juli Antoni bersama Ketua Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional Hashim Djojohadikusumo dalam rapat di Jakarta. (Kemenhut)
Menhut Raja Juli Antoni bersama Ketua Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional Hashim Djojohadikusumo dalam rapat di Jakarta. (Kemenhut)

Radar Pasuruan - Kementerian Kehutanan menargetkan sebanyak 13 taman nasional di Indonesia untuk dikembangkan menjadi kawasan konservasi berkelas dunia.

Dalam program tersebut, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Jawa Timur ditetapkan sebagai proyek percontohan (piloting).

Selain TNBTS, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyebut Taman Nasional Komodo di Nusa Tenggara Timur serta Taman Nasional Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat juga masuk dalam rencana pengembangan tersebut.

Khusus untuk TNBTS, pemerintah akan melakukan revitalisasi besar-besaran. Untuk mendukung program ini, dibentuk Satuan Tugas (Satgas) Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional.

Saat ini, satgas tersebut tengah merancang langkah konkret guna memperbaiki tata kelola taman nasional di Indonesia. Ke depan, sebanyak 13 taman nasional akan dijadikan proyek percontohan melalui skema pembiayaan inovatif.

Raja Juli menegaskan bahwa pengelolaan taman nasional harus mengedepankan prinsip keberlanjutan serta melibatkan masyarakat sebagai bagian penting dalam menjaga ekosistem.

”Hampir mustahil kita bisa menjaga taman nasional kita tanpa bantuan masyarakat,” kata dia dalam keterangan resmi pada Jumat (1/5).

Ia juga menekankan pendekatan ecology before tourism dalam pengelolaan kawasan konservasi. Menurutnya, pembentukan satgas bukan bertujuan untuk mengomersialkan taman nasional, melainkan untuk menjaga kelestarian lingkungan.

”Pendekatan yang kami dorong adalah menjaga dan melestarikan alam. Serta mengembangkan ekowisata berkelanjutan yang memberdayakan masyarakat,” ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Satgas Inovasi Pembiayaan Taman Nasional, Hashim Djojohadikusumo, menyampaikan bahwa pembentukan satgas ini bertujuan mendukung program kabinet Prabowo Subianto, khususnya dalam pengelolaan taman nasional.

Menurutnya, pengembangan taman nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga melibatkan seluruh elemen masyarakat.

Ia menegaskan bahwa upaya revitalisasi ini merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga taman nasional sebagai aset bangsa.

”Sekaligus menjaga melestarikan Taman Nasional yang merupakan kebanggan bangsa Indonesia, Taman Nasional ini aset bangsa Indonesia,” imbuh Hashim.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#taman nasional #bromo tengger semeru #ekowisata #konservasi #kemenhut