Radar Pasuruan - Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa konflik geopolitik global, seperti yang terjadi di Ukraina dan Gaza, berpotensi memicu kenaikan harga komoditas pangan dan energi di dalam negeri.
"Apa yang terjadi di belahan jauh bumi kita, berpengaruh kepada kita. Apa yang terjadi di Ukraina berpengaruh kepada kita, berpengaruh kepada harga jagung, harga gandum, harga minyak," kata Presiden Prabowo melalui kanal YouTube Sekretariat Kabinet di Jakarta, Rabu (29/4).
Ia menjelaskan bahwa konflik di Ukraina, Gaza, serta ketegangan di kawasan Teluk Persia yang melibatkan Iran dan Amerika Serikat serta Israel telah memberikan tekanan terhadap stabilitas ekonomi nasional.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi peringatan bagi Indonesia untuk segera memperkuat fondasi ekonomi yang mandiri agar tidak terus bergantung pada dinamika krisis global.
Presiden juga membandingkan situasi keamanan Indonesia dengan sejumlah negara yang terdampak konflik berkepanjangan seperti Lebanon, Sudan, Somalia, Yaman, dan Afghanistan.
"Bukalah berita, lihatlah, kita ditempatkan sebagai negara yang paling aman di dunia sekarang. Perdamaian sangat mahal, kita jaga bangsa kita," kata Presiden saat meresmikan proyek hilirisasi di Cilacap, Jawa Tengah.
Ia menekankan bahwa nasionalisme dan persatuan menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan kekuatan global yang berpotensi mendominasi sumber daya suatu negara.
Menurutnya, negara yang tidak mampu mengelola kekayaan alamnya sendiri akan terus terjebak dalam ketergantungan ekonomi dan kemiskinan.
Oleh karena itu, program hilirisasi disebut sebagai langkah strategis pemerintah untuk memastikan nilai tambah dari sumber daya alam dapat dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat Indonesia.
Baca Juga: Habib Mahdi Tantang Bongkar Aib Syekh Al Misry Jika Tak Ikuti Proses Hukum
Presiden juga mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari teknokrat hingga pelaku industri, untuk berkolaborasi dalam menjaga kedaulatan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.
"Sekarang saatnya para teknokrat, sekarang saatnya para ilmuwan, sekarang saatnya para insinyur, para profesor, jadi profesor Merah Putih, jadi profesor pembela rakyat, jadi insinyur untuk bangsa dan rakyat," katanya menegaskan.
Editor : Moch Vikry Romadhoni