Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Kecelakaan Bekasi Timur Tewaskan Penumpang Perempuan, DPR Angkat Suara

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 29 April 2026 | 16:17 WIB
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)
Petugas mengevakuasi gerbong KRL Commuterline dan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi pascakecelakaan di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). (Salman Toyibi/Jawa Pos)

Radar Pasuruan - Insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur menimbulkan banyak korban perempuan. Gerbong khusus perempuan yang berada di bagian paling belakang rangkaian KRL Commuter Line menjadi titik benturan langsung dengan KA Argo Bromo Anggrek.

Anggota Komisi V DPR RI, Irine Roba, menyampaikan duka mendalam atas peristiwa tersebut. Ia menegaskan bahwa perlindungan perempuan dalam transportasi publik tidak cukup hanya dengan pemisahan gerbong, melainkan harus dijamin secara menyeluruh dalam sistem.

“Kabar ini sungguh menyayat hati. Ibu-ibu, saudari-saudari kita, yang setiap hari pulang-pergi bekerja, mengantar anak, atau mencari nafkah, justru menjadi korban paling tragis,” kata Irine kepada wartawan (28/4).

Ia menilai kejadian ini menjadi pengingat bahwa konsep ruang aman bagi perempuan tidak berhenti pada penyediaan fasilitas khusus semata.

“Ruang aman berarti perempuan dapat bepergian tanpa rasa takut terhadap kekerasan, pelecehan, kecelakaan, maupun buruknya infrastruktur yang mengancam keselamatan,” tegasnya.

Sebagai legislator di bidang transportasi, Irine mendesak pemerintah agar merancang kebijakan transportasi yang berperspektif gender. Evaluasi keselamatan, audit fasilitas, serta standar pelayanan minimum harus memprioritaskan kebutuhan perempuan dan anak.

“Yang paling mendesak saat ini adalah anggaran. Pemerintah harus memperkuat alokasi untuk transportasi yang benar-benar aman bagi semua, terutama perempuan dan anak,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya modernisasi sistem persinyalan, perawatan sarana secara rutin, peningkatan kualitas sumber daya manusia awak kereta, serta pembangunan infrastruktur yang ramah perempuan.

Komisi V DPR RI, lanjutnya, siap mendorong langkah-langkah tersebut. Ia juga meminta Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Api Indonesia untuk segera melakukan audit keselamatan secara menyeluruh dengan melibatkan perspektif gender, organisasi perempuan, serta masyarakat sipil.

“Tragedi Bekasi Timur yang menewaskan seluruhnya perempuan ini harus menjadi titik balik. Jangan biarkan duka ini sia-sia,” tuturnya.

Irine turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan menegaskan bahwa keselamatan perempuan merupakan kewajiban negara.

“Kami akan terus mengawal agar setiap rupiah anggaran negara benar-benar melindungi nyawa rakyat, khususnya perempuan dan anak yang paling rentan,” pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#kecelakaan kereta #bekasi timur #keselamatan perempuan #transportasi publik #dpr ri