Radar Pasuruan - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Iran dapat langsung menghubungi Washington jika ingin membuka jalur negosiasi guna mengakhiri konflik yang sedang berlangsung.
“Jika mereka ingin berbicara, mereka bisa datang kepada kami, atau mereka bisa menelepon kami. Anda tahu, ada telepon. Kami memiliki jalur yang bagus dan aman,” ujar Trump dalam wawancara di Fox News dalam program The Sunday Briefing.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa jalur komunikasi antara kedua negara masih terbuka, meskipun kondisi di lapangan belum sepenuhnya stabil.
Hingga saat ini, belum ada kelanjutan dialog langsung antara Amerika Serikat dan Iran, meskipun gencatan senjata telah berlangsung lebih dari dua pekan sejak konflik pecah pada 28 Februari.
Di tengah kebuntuan tersebut, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, memilih melanjutkan upaya diplomasi ke Rusia.
Ia dijadwalkan bertemu Presiden Rusia, Vladimir Putin, di Saint Petersburg untuk membahas perkembangan terbaru konflik, termasuk peluang negosiasi dan gencatan senjata.
Sebelum kunjungan tersebut, Araghchi sempat berada di Pakistan dan hanya bertemu dengan pejabat setempat tanpa kehadiran delegasi Amerika Serikat.
Sementara itu, rencana kunjungan utusan AS, Steve Witkoff dan Jared Kushner, ke Pakistan dibatalkan oleh Trump, yang dinilai menjadi hambatan tambahan dalam proses perdamaian.
Meski peluang komunikasi masih terbuka, hingga kini belum terlihat tanda-tanda kedua negara akan segera melakukan perundingan langsung.
Editor : Moch Vikry Romadhoni