Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

11 Napi Dilibatkan di Dapur MBG Tangerang, Napi Tunjukkan Disiplin Tinggi

Moch Vikry Romadhoni • Senin, 27 April 2026 | 17:10 WIB
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan, Kota Tangerang, Banten melibatkan11 narapidana atau warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang sebagai relawan pencuci ompreng/(Istimewa).
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan, Kota Tangerang, Banten melibatkan11 narapidana atau warga binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Tangerang sebagai relawan pencuci ompreng/(Istimewa).

Radar Pasuruan - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babakan di Kota Tangerang melibatkan 11 narapidana atau warga binaan dari Lapas Kelas 1 Tangerang sebagai relawan pencuci ompreng.

Kolaborasi ini menjadi bentuk integrasi antara pelayanan gizi dan pemberdayaan sosial dalam operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dapur SPPG Babakan sendiri berada di dalam area Lapas Kelas 1 Tangerang. Para warga binaan yang telah memperoleh remisi dan akan segera kembali ke masyarakat ditugaskan pada bagian pencucian ompreng, tanpa terlibat dalam proses pengolahan makanan. Seluruh aktivitas mereka dilakukan di bawah pengawasan ketat petugas Lapas.

“Kita bekerja sama dengan Lapas, dan kita memberikan slot, bukan slot atau tempat yang kemudian diberikan kepada anak-anak Lapas, binaan Lapas. Itu sekitar 11 orang,” ujar Head Chef dapur SPPG Babakan, Chef Kuming.

Ia menegaskan bahwa para warga binaan tidak diperbolehkan menyentuh makanan maupun menggunakan alat tajam selama bertugas. Pengawasan dilakukan secara intensif oleh petugas, bahkan hingga malam hari.

“Dari jam 2 siang, bahkan mereka pernah lembur sampai jam 2 pagi. Pihak sipir 4-5 orang masih tetap standby di sini. Jagain di pintu depan, di pintu belakang, sama di jendela gitu. Jadi insya Allah aman,” jelasnya.

Meski dalam pengawasan ketat, Chef Kuming menilai kinerja para warga binaan sangat baik, terutama dalam hal kebersihan dan kerapian.

“Entah gimana mungkin mereka sudah terbiasa disiplin gitu. Omprengnya ini saya bilang perfect, clean,” ungkapnya.

Ia membandingkan dengan beberapa SPPG lain yang masih menemukan ompreng dalam kondisi basah pada pagi hari. Sementara di SPPG Babakan, seluruh ompreng sudah kering dan siap digunakan.

“Jadi ini luar biasa sih buat binaan LAPAS ini. Ini keren,” tambahnya.

Sebelum mulai bekerja, para warga binaan juga mendapatkan pembekalan terkait standar operasional pencucian ompreng, mulai dari pembilasan, pencucian menggunakan sabun, pembilasan ulang, pengeringan, hingga proses sterilisasi dan penataan.

Program ini diharapkan tidak hanya membantu operasional dapur, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan dan pemberdayaan warga binaan agar lebih siap secara mental dan sosial saat kembali ke masyarakat.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#lapas tangerang #pemberdayaan sosial #Makan Bergizi Gratis #warga binaan #SPPG