Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Rupiah Melemah, Menkeu Tegaskan Ekonomi RI Masih Kuat

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 24 April 2026 | 19:07 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (24/4/2026). ANTARA/Bayu Saputra/aa.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dalam taklimat media di Jakarta, Jumat (24/4/2026). ANTARA/Bayu Saputra/aa.

Radar Pasuruan - Purbaya Yudhi Sadewa selaku Menteri Keuangan menilai bahwa pelemahan nilai tukar rupiah tidak mencerminkan kondisi fundamental ekonomi Indonesia yang memburuk.

Ia menegaskan bahwa perekonomian domestik masih tergolong kuat jika dibandingkan dengan negara lain di kawasan.

"Tapi untuk saya sih ini (pelemahan rupiah) bukan tanda pemburukan atau dipicu oleh memburuknya ekonomi domestik. Dibanding negara lain, kita masih kuat. Bahkan dibanding Malaysia, Thailand dan lain-lain masih kuat,” ujarnya dalam taklimat media di Jakarta, Jumat.

Menurutnya, pergerakan rupiah lebih dipengaruhi oleh faktor global serta ekspektasi pasar dibandingkan kondisi internal ekonomi.

Baca Juga: Mendagri Minta Gubernur Bebaskan Pajak Kendaraan Listrik

Dari sisi Kementerian Keuangan, berbagai langkah akan terus dilakukan untuk meredam gangguan atau “noise” yang berpotensi memicu persepsi negatif terhadap perekonomian nasional.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menutup celah kebocoran dalam sistem perpajakan serta memastikan kebijakan yang diterapkan berjalan lebih efektif.

Selain itu, sejumlah isu yang sempat menimbulkan polemik, termasuk kebijakan pajak tertentu, juga telah diperbaiki guna mengurangi ketidakpastian di pasar.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga ekspektasi publik dan pelaku pasar agar tidak terpengaruh sentimen negatif yang berlebihan.

Baca Juga: Pemilu 2029 Bakal Punya Dapil Khusus IKN, KPU Mulai Susun Data Pemilih

Menurutnya, persepsi yang buruk dapat memperlemah nilai tukar rupiah meskipun kondisi fundamental ekonomi sebenarnya tidak mengalami perubahan signifikan.

“Yang jelas adalah fondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan akan semakin cepat (tumbuh) karena kita akan semakin serius memperbaiki kendala-kendala di perekonomian. Terus ini kan juga terjadi 'noise' yang seolah menggambarkan ekonomi kita sedang menuju keterpurukan dalam beberapa bulan ke depan,” jelasnya.

Sebagai informasi, nilai tukar rupiah pada penutupan perdagangan hari tersebut tercatat menguat sebesar 57 poin atau 0,33 persen menjadi Rp17.229 per dolar AS, dari sebelumnya Rp17.286 per dolar AS.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#ekonomi indonesia #nilai tukar #global ekonomi #menkeu #rupiah