Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Ulah Siswa SMA Ini Bikin Publik Emosi, Gubernur Jabar Turun Tangan

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 18 April 2026 | 19:34 WIB
Sikap siswa SMAN 1 Purwakarta viral di media sosial usai dinilai tidak sopan dan tidak menghargai guru. (Instagram/dedimulyadi71)
Sikap siswa SMAN 1 Purwakarta viral di media sosial usai dinilai tidak sopan dan tidak menghargai guru. (Instagram/dedimulyadi71)

Radar Pasuruan - Beredar sebuah video di media sosial yang memicu keprihatinan sekaligus kemarahan warganet karena dinilai tidak menghormati guru.

Dalam rekaman yang viral di berbagai platform, diduga sejumlah siswa di SMAN 1 Purwakarta terlihat mengolok-olok salah satu gurunya.

Video yang turut diunggah akun Instagram @berandaviral.id tersebut memperlihatkan beberapa siswa mengacungkan jari tengah di belakang seorang guru yang mengenakan jilbab ungu.

Tak hanya itu, para siswa juga tampak tertawa, menjulurkan lidah, dan terus melakukan gestur tidak pantas saat guru tersebut berjalan melewati mereka.

Dalam rekaman lainnya, terlihat pula saat sang guru sedang makan, salah satu siswa seolah mengelus kepalanya, padahal tindakan menyentuh kepala orang yang lebih tua dianggap tidak sopan.

Akun Instagram resmi SMAN 1 Purwakarta diketahui menutup kolom komentar pada sejumlah unggahan terbaru.

Namun, warganet tetap meluapkan kekecewaan mereka melalui unggahan lama yang masih membuka kolom komentar.

Berbagai komentar bernada kecaman pun bermunculan, menyoroti sikap siswa yang dinilai tidak menghargai seorang pendidik.

Menanggapi kejadian tersebut, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengaku prihatin dan telah menerima laporan dari Dinas Pendidikan.

“Saya cukup prihatin dengan peristiwa tersebut dan kronologinya saya sudah mendengarkan paparan dari Dinas Pendidikan,” kata Dedi Mulyadi dalam keterangannya pada Sabtu, 18 April 2026.

“Berdasarkan informasi anak tersebut orang tuanya sudah dipanggil ke sekolah dan orang tuanya nangis merasa menyesal atas tindakan anaknya,” imbuhnya.

Pihak sekolah sendiri telah menjatuhkan sanksi skorsing selama 19 hari agar siswa yang terlibat dapat menjalani pembinaan di rumah.

Namun, Dedi Mulyadi menyarankan agar hukuman tidak hanya berupa skorsing, melainkan diarahkan pada pembentukan karakter.

“Tapi saya memberikan saran anak itu tidak skorsing selama 19 hari, ini saran mudah-mudahan bisa digunakan. Tapi diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet,” terangnya.

“Ini yang saya sarankan, waktunya bisa 1 bulan, 2 bulan, 3 bulan tergantung perkembangan anak itu sendiri. Prinsip dasar setiap hukuman yang diberikan harus memberikan manfaat dalam pembentukan karakter bagaimanapun itu adalah anak yang perlu dibimbing oleh orang tua dan gurunya,” pungkasnya.

Hingga kini, pihak SMAN 1 Purwakarta belum memberikan keterangan resmi terkait viralnya insiden tersebut..

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#siswa viral #purwakarta #guru #dedi mulyadi #pendidikan