Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Blokade Selat Hormuz Bisa Hancurkan Gencatan Senjata

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 16 April 2026 | 15:27 WIB
Satelit NASA menampilkan kondisi Selat Hormuz, jalur strategis energi global. (UN News)
Satelit NASA menampilkan kondisi Selat Hormuz, jalur strategis energi global. (UN News)

 

Radar Pasuruan - Blokade yang dilakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz dinilai berpotensi mengganggu gencatan senjata antara Teheran dan Washington. Hal ini disampaikan oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, kepada RIA Novosti.

“Blokade Selat Hormuz adalah langkah provokatif, melanggar hukum internasional, dan dapat menyebabkan terganggunya gencatan senjata. Dalam hal ini, angkatan bersenjata kami siap mengambil tindakan yang diperlukan,” kata Baghaei, sebagaimana dilaporkan, Kamis (16/4).

Pada 13 April, Angkatan Laut AS mulai membatasi seluruh lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran di kedua sisi Selat Hormuz. Jalur ini diketahui menjadi lintasan sekitar 20 persen pasokan minyak dunia, produk petroleum, serta LNG.

Pihak Washington menyatakan bahwa kapal non-Iran tetap diperbolehkan melintas di Selat Hormuz selama tidak membayar pungutan kepada Teheran. Sementara itu, otoritas Iran belum secara resmi menerapkan pungutan tersebut, meskipun rencana itu sempat dibahas.

Baca Juga: Perang Memanas! AS dan Israel Bombardir Depot Minyak Iran, Teheran Dilalap Api

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap puluhan target di Iran, termasuk di Teheran, yang mengakibatkan kerusakan serta korban sipil.

Iran kemudian melakukan serangan balasan ke wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri. Situasi ini membuat sejumlah negara di kawasan menutup sebagian hingga seluruh wilayah udaranya karena meningkatnya ancaman serangan rudal dan drone.

Pada Sabtu (11/4), Iran dan AS sempat menggelar pembicaraan di Islamabad setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan telah mencapai kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dengan Teheran.

Namun, sehari setelahnya, Wakil Presiden AS, J.D. Vance, menyebut bahwa kedua negara gagal mencapai kesepakatan dalam negosiasi tersebut. Delegasi AS pun kembali tanpa membawa hasil.

Baca Juga: 20 Komodo Dijual hingga Ratusan Juta, 11 Tersangka Ditangkap

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#minyak dunia #selat hormuz #konflik global #amerika serikat #iran