Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Prabowo Turunkan Biaya Haji 2026 Rp2 Juta di Tengah Harga Avtur Naik

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 9 April 2026 | 16:13 WIB
Di tengah kenaikan harga avtur global, Presiden RI Prabowo Subianto memutuskan biaya haji tahun 2026 turun hingga Rp 2 juta. (YT Presiden Prabowo)
Di tengah kenaikan harga avtur global, Presiden RI Prabowo Subianto memutuskan biaya haji tahun 2026 turun hingga Rp 2 juta. (YT Presiden Prabowo)

 

Radar Pasuruan - Presiden Prabowo Subianto memutuskan biaya haji tahun 2026 akan turun sekitar Rp2 juta meskipun harga avtur global sedang mengalami kenaikan.

Kebijakan ini disebut sebagai bagian dari komitmen pemerintah untuk melindungi masyarakat.

“Pelaksanaan haji tahun 2026 ini, kecuali pemerintah Arab Saudi menentukan lain, kalau kita laksanakan kita pastikan bahwa biaya haji tahun 2026 kita turunkan harganya sekitar Rp 2 juta walaupun harga avtur naik,” kata Prabowo dalam Rapat Kerja Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4).

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga mengungkapkan bahwa durasi antrean keberangkatan ibadah haji kini mulai berkurang, dari sebelumnya mencapai 48 tahun menjadi 26 tahun.

“Dan saya akan berjuang untuk lebih ringkas lagi,” ucapnya.

Selain itu, Prabowo memaparkan bahwa untuk pertama kalinya dalam sejarah, Indonesia kini memiliki lahan seluas 45 hektare di Makkah yang direncanakan menjadi kawasan perkampungan haji bagi warga negara Indonesia.

Pemerintah juga berharap ke depan Indonesia dapat memiliki terminal khusus di bandara Arab Saudi bagi jemaah haji asal Indonesia.

“Saya minta izin dari Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia bisa punya terminal khusus haji. Jadi nanti terminal itu khusus untuk haji kita, supaya bisa lebih cepat masuk dan keluar,” kata Prabowo.

Sementara itu, dalam rapat kerja Kementerian Haji dan Umrah bersama Komisi VIII DPR, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menjelaskan bahwa berdasarkan ketetapan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) 2026, rata-rata biaya penerbangan per jemaah mencapai sekitar Rp33,5 juta.

Namun, kondisi global seperti kenaikan harga avtur, lonjakan premi asuransi war-risk, serta pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan biaya tersebut meningkat signifikan.

“Biaya tersebut (penerbangan) meningkat dengan signifikan,” ujar Yusuf.

Selain itu, situasi geopolitik global juga berpotensi membuat maskapai mengalihkan rute penerbangan demi menghindari wilayah konflik.

Dua maskapai mitra pemerintah, yakni Garuda Indonesia dan Saudia Airlines, telah menyiapkan skema tambahan waktu perjalanan dan konsumsi avtur.

Melalui surat resmi, Garuda Indonesia mengajukan tambahan biaya penerbangan sebesar Rp7,9 juta per jemaah, sementara Saudia Airlines mengusulkan tambahan USD 480 atau sekitar Rp8,1 juta.

Yusuf menjelaskan, tanpa perubahan rute penerbangan, biaya rata-rata naik menjadi Rp46,9 juta atau meningkat 39,85 persen.

Sedangkan jika menggunakan skenario perubahan rute, biaya penerbangan bisa melonjak hingga Rp50,8 juta atau naik 51,48 persen.

“Kondisi ini menekaskan bahwa penyelenggaraan haji tahun ini berada dalam tekanan faktor global yang semakin kompleks sehingga diperlukan penguatan efisiensi, koordinasi, dan mitigasi untuk menjaga berlanjutan pembiayaan haji,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa Kementerian Haji dan Umrah terus berkoordinasi dengan Garuda Indonesia dan Saudia Airlines untuk merespons perkembangan situasi global saat ini.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#biaya haji 2026 #haji 2026 #avtur #Prabowo Subianto #arab saudi