Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Mahfud Sebut Kritik ke Prabowo Hal Wajar dalam Demokrasi, Bukan Makar

Moch Vikry Romadhoni • Kamis, 9 April 2026 | 15:54 WIB
Mantan Menko Polhukan Mahfud MD. (Istimewa)
Mantan Menko Polhukan Mahfud MD. (Istimewa)

 

Radar Pasuruan - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, menyatakan bahwa pernyataan Saiful Muzani yang disebut ingin menggulingkan Presiden Prabowo Subianto tidak dapat dikategorikan sebagai makar.

Mahfud menegaskan bahwa dalam sistem demokrasi, penyampaian kritik kepada pemerintah merupakan hal yang wajar.

"Tidak (makar), bicara kalau menggerakkan bisa, lalu menimbulkan. Ini kan tidak ada, cuma menyatakan itu diturunkan saja Pak Prabowo itu di luar soal impeachment," kata Mahfud dalam kanal YouTube pribadinya, Kamis (9/4).

Meski demikian, Mahfud menjelaskan bahwa pemakzulan pemerintahan dalam sejarah sering kali diawali melalui cara-cara yang inkonstitusional.

Ia mencontohkan kondisi tersebut pernah terjadi pada masa Presiden pertama RI Soekarno dan Presiden kedua RI Soeharto.

"Selalu operasi caesar, tetapi kemudian proses konstitusionalnya dibangun belakangan," bebernya.

Mahfud menilai pernyataan Saiful Muzani bersama sejumlah aktivis lainnya lebih tepat dipahami sebagai bentuk kritik terhadap pemerintah.

Menurutnya, kritik tersebut lahir dari keresahan dalam melihat situasi pemerintahan saat ini.

"Memang di dalam faktanya dalam perjalanan sejarah, yang memerintah itu selalu dikritik, ketika yang ngeritik ini memerintah, lalu dia sendiri banyak juga menghadapi kritik gitu ya, mendapat kritikan-kritikan karena terkadang tidak sesuai dengan apa yang dulu dikritiknya," pungkasnya.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#politik indonesia #kritik pemerintah #Prabowo Subianto #demokrasi #mahfud md