Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Setelah Negosiasi Panjang, 4 WNI Sandera Bajak Laut Gabon Akhirnya Bebas

Moch Vikry Romadhoni • 2026-03-06 15:40:59

 

Empat WNI yang berhasil diselamatkan dari bajak laut di Gabon. Mereka sempat disandera sejak 11 Januari 2026. (TNI)
Empat WNI yang berhasil diselamatkan dari bajak laut di Gabon. Mereka sempat disandera sejak 11 Januari 2026. (TNI)

Radar Pasuruan - Pemerintah Indonesia bersama otoritas setempat di Gabon berhasil membebaskan empat anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia yang sebelumnya disandera oleh bajak laut.

Saat ini, pada Jumat (6/3), keempat WNI tersebut telah berada di fasilitas penampungan di Lagos, Nigeria.

Kepala Pusat Penerangan Tentara Nasional Indonesia Brigjen Aulia Dwi Nasrullah mengatakan bahwa Atase Pertahanan Indonesia di Abuja turut terlibat dalam proses penjemputan para WNI tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima Puspen TNI, para ABK dibebaskan pada Kamis malam (5/3) sekitar pukul 22.05 waktu setempat.

“TNI melalui Atase Pertahanan Republik Indonesia di Abuja berupaya mengoptimalkan peran dan tugasnya dalam rangka membebaskan empat ABK WNI yang sebelumnya menjadi korban penculikan oleh perompak di Perairan Gabon pada 11 Januari 2026 di lepas pantai Gabon, Afrika Tengah,” kata dia.

Empat ABK tersebut akhirnya dibebaskan setelah melalui proses negosiasi yang cukup panjang dengan para bajak laut. Kesepakatan pembebasan tercapai pada 3 Maret lalu.

Secara keseluruhan terdapat sembilan orang awak kapal yang disandera. Empat di antaranya merupakan WNI.

“Yaitu Abdul Ajis, Aditia Permana, Mohamad Fardan Mubarok, dan Eka Trenggana,” lanjut Aulia.

Saat ini keempat ABK tersebut ditempatkan sementara di fasilitas penampungan yang aman di Lagos. Di lokasi tersebut mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan untuk memastikan kondisi fisik setelah pembebasan.

Menurut Aulia, keberhasilan pembebasan tersebut merupakan hasil koordinasi lintas instansi.

“Keberhasilan pembebasan para ABK tersebut merupakan hasil koordinasi dan komunikasi yang efektif antara Athan Republik Indonesia di Abuja, KBRI di Abuja, Kedutaan Besar Tiongkok di Gabon, Perusahaan IB Fish, Athan Tiongkok di Abuja, serta Ketua Komunitas Tiongkok di Lagos,” jelasnya.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menerima laporan bahwa empat WNI diculik oleh bajak laut di perairan Gabon.

Para korban merupakan bagian dari sembilan awak kapal ikan bernama Liang Peng Yung 828 yang dibajak di wilayah Ekwata.

Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu Heni Hamidah menjelaskan bahwa peristiwa pembajakan terjadi pada Minggu, 11 Januari 2026.

“⁠Pelaku pembajakan telah menculik sembilan awak kapal dari total 12 awak, empat diantaranya adalah WNI,” ungkap dia kepada awak media di Jakarta pada Selasa (13/1).

Selain empat WNI yang diculik, dua dari tiga awak kapal yang masih berada di kapal juga tercatat sebagai WNI.

Kemlu memastikan dua WNI tersebut dalam kondisi aman dan masih berada di kapal. Saat ini Angkatan Laut Gabon masih melakukan pengejaran terhadap para bajak laut.

“⁠Tiga awak kapal, termasuk dua WNI yang berada di kapal IB FISH 7 telah dikawal oleh Angkatan Laut Gabon menuju ke Libreville, ibukota Gabon,” terang Heni.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#ABK Indonesia #bajak laut #wni disandera #Kemlu RI #tni