Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Perjuangan Guru di Parigi Moutong: Seberangi 6 Sungai Demi Mengajar

Moch Vikry Romadhoni • Sabtu, 28 Februari 2026 | 15:35 WIB

 

Perjuangan untuk mengajar ke SDN Inpres 3 Terpencil Bainaa di Parigi Moutong, Sulteng.
Perjuangan untuk mengajar ke SDN Inpres 3 Terpencil Bainaa di Parigi Moutong, Sulteng.

Radar Pasuruan - Perjuangan pemerataan pendidikan di Indonesia, khususnya di wilayah terpencil, masih menghadapi berbagai tantangan serius, mulai dari akses hingga fasilitas penunjang.

Sebuah video yang diunggah akun Instagram @najib_nadir pada Sabtu, 28 Februari 2026 memperlihatkan perjalanan para guru menuju Kelas Jauh SDN Inpres 3 Terpencil Bainaa di Dusun Pasoang, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah.

Dalam video tersebut, para guru tampak harus melewati medan berat demi sampai ke lokasi sekolah.

Untuk mencapai sekolah, para guru harus berjalan kaki dan menyeberangi sungai karena belum tersedia jembatan penghubung.

Disebutkan, sedikitnya ada enam sungai yang harus diseberangi sebelum tiba di sekolah. Salah satu guru bahkan tetap mengajar meski sebelumnya gagal dalam seleksi PPPK.

“Setiap tiga hari berangkat ke sekolah diantar suaminya. Walaupun gagal seleksi PPPK, beliau tetap memilih mengajar di sekolah seterpencil ini,” ungkap pemilik akun dalam video tersebut.

Tak hanya itu, wilayah tersebut juga belum teraliri listrik maupun jaringan komunikasi.

“Di sini tidak ada listrik, apalagi jaringan,” ujarnya.

Perjalanan menuju sekolah sepenuhnya ditempuh dengan berjalan kaki sejauh kurang lebih tujuh kilometer, dengan waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam.

Selain harus menyeberangi enam sungai, para guru juga melewati puluhan tanjakan dan jalur berbukit yang cukup ekstrem.

Melalui unggahannya, pemilik akun berharap adanya perhatian dari Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terhadap kondisi sekolah tersebut.

Ia menyebut sekolah itu merupakan salah satu dari banyak sekolah terpencil yang tidak lagi menerima tunjangan daerah terpencil karena perubahan status desa menjadi desa berkembang.

Unggahan tersebut pun menuai simpati dan dukungan dari warganet. Banyak yang memberikan semangat dan doa bagi para guru yang tetap mengabdi demi pendidikan anak-anak di pelosok negeri.

Perjuangan para guru ini kembali menjadi pengingat bahwa pemerataan akses pendidikan di Indonesia masih membutuhkan perhatian dan dukungan nyata dari berbagai pihak.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#sulawesi tengah #parigi moutong #guru #sekolah terpencil #pendidikan indonesia