Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Gabung Dewan Perdamaian Gaza, Indonesia Tegaskan Tak Akan Operasi Militer

Moch Vikry Romadhoni • Rabu, 25 Februari 2026 | 17:11 WIB

 

Menlu RI Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina di Jenewa, Swiss.
Menlu RI Sugiono melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina di Jenewa, Swiss.

Radar Pasuruan - Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, memastikan Indonesia segera mengirim pasukan dalam International Stabilization Force (ISF) ke Gaza, Palestina. Pengiriman personel TNI akan dilakukan secara bertahap.

Sugiono menjelaskan bahwa pasukan Indonesia di bawah bendera ISF akan menjalankan misi perdamaian selama berada di Gaza. Tugasnya meliputi perlindungan warga sipil serta pelaksanaan bantuan kemanusiaan.

Ia menegaskan pentingnya aturan keterlibatan (rule of engagement) yang jelas agar pasukan Indonesia bekerja sesuai mandat, bukan untuk tujuan demiliterisasi.

“Tapi yang pasti, kita juga sudah menyampaikan national caveat kita bahwa kita tidak akan melakukan operasi militer terhadap siapa pun,” tegasnya usai bertemu Menteri Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina, Varsen Aghabekian Shahin, di sela High-Level Segment Sidang ke-61 Dewan HAM PBB di Jenewa, Swiss (23/2).

Setelah resmi menjadi anggota Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, Indonesia ditetapkan sebagai Wakil Komandan ISF.

Keputusan itu diambil dalam pertemuan perdana BoP di Washington D.C pada 19 Februari. Dalam kesempatan tersebut, Indonesia kembali menegaskan komitmennya untuk mengirim sekitar 8.000 personel ke Gaza.

Terkait jadwal pengiriman, Sugiono menyebut prosesnya akan dimulai dalam waktu dekat dan dilakukan secara bertahap.

“Kalau framework bicara mengenai timeline, kita lihat 1-2 bulan ini. Tentu saja bertahap, kan tidak mungkin sekali kirim ribuan. Kapalnya tidak ada yang muat, pesawatnya juga muatnya cuma 300-an,” ujarnya.

Di sisi lain, ia kembali menegaskan dukungan Indonesia terhadap hak-hak rakyat Palestina, termasuk komitmen pada realisasi Two-State Solution. Salah satu upaya yang ditempuh adalah melalui presidensi Indonesia di Dewan HAM PBB.

“Tentu saja engagement dengan semua pihak ya. Karena sekali lagi, pesan yang kita bawa adalah presidensi yang inklusif. Kita akan menggandeng, engage semua pihak untuk membawa agenda tersebut,” jelasnya.

Sebelumnya, isu pengiriman pasukan ISF telah disampaikan Sugiono dalam forum Dewan Keamanan PBB. Indonesia juga bergabung dalam BoP untuk memastikan badan tersebut berjalan sesuai tujuannya.

Sugiono pun telah menyampaikan rencana pengiriman pasukan kepada Menlu Palestina. Ia menegaskan bahwa fokus utama kontingen Indonesia adalah perlindungan warga sipil serta dukungan kemanusiaan.

“Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan gencatan senjata dan mendorong proses politik yang kredibel menuju Solusi Dua Negara,” ungkapnya.

Menlu Palestina mengapresiasi konsistensi Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan Palestina serta menyampaikan terima kasih atas bantuan kemanusiaan yang telah diberikan kepada rakyat Palestina.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Diplomasi RI #peacekeeping #palestina #ISF #gaza