Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Beras Hilang di Tenda Pengungsian, Publik Soroti Kondisi Aceh Tamiang

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 24 Februari 2026 | 20:09 WIB

 

Viral beras milik lansia di Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang dicuri.
Viral beras milik lansia di Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang dicuri.

Radar Pasuruan - Viral di media sosial dugaan pencurian beras yang menimpa seorang lansia di kawasan Kota Lintang Bawah, Aceh Tamiang.

Peristiwa itu mencuat setelah akun Instagram @berita_aceh_tamiang_official mengunggah video pada Senin, 23 Februari 2026.

“Kasihan nenek pengungsi di Kota Lintang Bawah dimaling,” tulisnya dalam keterangan dalam video.

Beras yang dilaporkan hilang tersebut merupakan milik seorang nenek yang masih bertahan di tenda pengungsian.

“Bisa-bisanya orang maling di Kota Lintang Bawah ini, diambil berasnya,” ucap perekam video.

Rekaman itu memperlihatkan lokasi tempat beras sebelumnya disimpan sebelum diduga diambil oleh orang yang tidak bertanggung jawab.

Beras diletakkan bersama sejumlah bantuan sembako lain. Terlihat pula dua kardus mi instan berada di sisi tenda berwarna oranye tersebut.

“Hilang berasnya di sini, banyak,” imbuhnya.

Kejadian itu memicu keprihatinan dari warganet, terutama karena peristiwa terjadi di tengah proses pemulihan pascabanjir.

Korban diketahui masih tinggal di tenda pengungsian, menandakan belum memiliki hunian yang layak untuk ditempati.

Sejumlah komentar warganet pun bermunculan. “Udah banyak kali maling di Tamiang ini, nggak sanggup lagi bilang. Semua lagi susah, tambah susah,” tulis akun @raf****j.

“Emang manusia nggak punya hati, udah tau orang lagi kena musibah masih juga dijahatin,” tulis akun @dwt****_.

“Kok tega, punya orang tua pun sanggup diambilnya. Yang ambil nggak punya hati,” tulis akun @eka****3.

Bahkan, ada warganet yang mengaku kejadian serupa dialami keluarganya meski berada di dalam rumah.

“Adek saya di Kuala Simpang juga beras dan minyak, rak-rak piring yang udah dicuci di dalam rumah pun hilang. Emang belum siap, pintunya masih rusak tapi orang lagi kesusahan pun masa diembat juga??” tulis akun @rmh********g.

Sementara itu, Bupati Aceh Tamiang, Armia Pahmi, menyampaikan bahwa pembangunan hunian sementara (huntara) di Aceh Tamiang telah rampung sebanyak 885 unit dan sudah ditempati warga.

Hunian tersebut dibangun dengan dukungan berbagai pihak, di antaranya Danantara, PUPR, Dompet Dhuafa, serta GPCI.

Selain 885 unit yang telah selesai, saat ini sebanyak 3.081 unit huntara lainnya masih dalam proses pembangunan agar warga yang masih bertahan di tenda dapat segera menempati hunian yang lebih layak.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#huntara #aceh tamiang #viral #pengungsi banjir