Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Warga Kendal Bangun Jalan Sendiri, Sindir Perangkat Desa Tak Peduli

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 17 Februari 2026 | 16:46 WIB

 

Warga Dusun Wonorojo, Kendal, Jawa Tengah perbaiki jalan sendiri tanpa bantuan perangkat desa.
Warga Dusun Wonorojo, Kendal, Jawa Tengah perbaiki jalan sendiri tanpa bantuan perangkat desa.

Radar Pasuruan - Warga Dusun Wonorojo, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah berinisiatif memperbaiki akses jalan desa menuju area perkebunan secara mandiri.

Aksi gotong royong masyarakat dalam memperbaiki jalan tersebut menjadi viral di media sosial.

Unggahan kerja bakti warga yang dibagikan melalui akun TikTok @4n4m06 menyebutkan bahwa perbaikan jalan itu tidak mendapatkan perhatian dari perangkat desa setempat.

Disebutkan pula bahwa biaya perbaikan jalan berasal dari iuran sukarela masyarakat.

Sindiran pada Perangkat Desa, Perbaikan Jalan dari Warga

Dalam video yang diunggah, terlihat warga bersama-sama mencampur pasir dan semen untuk melakukan pengecoran jalan menuju kebun.

Pengunggah video secara terang-terangan menyindir bahwa perangkat desa menikmati kehidupan yang lebih baik dari hasil kerja masyarakat.

“Ini yang dinamakan perangkat makmur, rakyat menderita. Kerja bakti pengin jalan bagus harus iuran warga tanpa satu pun bantuan perangkat desa,” tulis keterangan dalam video, dikutip pada Selasa, 17 Februari 2026.

“Kalau kata orang bilang, ‘Bapak ngumpet, anak jadi tumbalnya,’” imbuhnya.

Iuran Berasal dari Tiap RT dan Sumbangan Pribadi

Pada unggahan video lain, jumlah iuran dari setiap RT ditampilkan melalui banner sebagai bentuk laporan keuangan.

“Laporan dana swadaya masyarakat, pengecoran jalan akses kebun Dusun Wonorojo,” tulis pengumuman di banner tersebut, lengkap dengan pendanaan perbaikan jalan.

Terlihat sebanyak 18 RT turut memberikan iuran dengan total Rp9.420.000, ditambah sumbangan pribadi warga sebesar Rp2.770.000.

Total dana yang terkumpul untuk pengecoran jalan mencapai Rp12.190.000, dengan pengeluaran Rp12.157.000 dan sisa Rp33.000.

Banner tersebut juga memuat rincian biaya pembelian material dan kebutuhan pengecoran seperti pasir, koral, semen, molen, dan perlengkapan lainnya.

“Nih lur, udah jadi. Anak-anak RT pada ngeri-ngeri, nih uang laporannya, nih hasilnya. Tanpa bapak, secara jelasnya tanpa perangkat desa masing-masing,” ujarnya sambil menunjukkan jalan semen hasil gotong royong warga.

Warganet Turut Pertanyakan Dana Desa Setempat

Video tersebut telah ditonton lebih dari 400 ribu kali di TikTok dan memicu berbagai komentar dari warganet.

Banyak pengguna media sosial mempertanyakan kinerja perangkat desa serta penggunaan dana desa di wilayah tersebut.

Beberapa komentar dari warganet seperti, “Terus ini dana desanya kemana?” tulis akun @mhu****4

“Gunanya bayar pajak apa kalau fasilitas yang seharusnya dibangun pemerintah, tapi yang bangun hasil iuran rakyat juga,” tulis akun @dol*****2

“Keren dan cakep, pukulan buat aparatur setempat,” tulis akun @apr*****o

“Ini asli transparan dan lengkap laporannya,” tulis akun @har***_

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#jalan desa #swadaya masyarakat #dana desa #viral tiktok