Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Indonesia Siapkan Pasukan Keamanan ke Gaza Lewat Misi ISF

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 10 Februari 2026 | 17:53 WIB

 

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela berbicara dalam media gathering di Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Vahd Nabyl A. Mulachela berbicara dalam media gathering di Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Radar Pasuruan - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan bahwa Indonesia sedang melakukan persiapan untuk mengirimkan pasukan keamanan ke Gaza, Palestina, sebagai bagian dari International Stabilization Force (ISF). Namun, hingga kini belum ada kepastian terkait jadwal maupun jumlah personel yang akan diberangkatkan.

"Kalau untuk proses persiapan, memang Indonesia melakukan persiapan tersebut. Mengenai timeline, belum ada yang definitif. Jumlah juga belum definitif, tapi prosesnya sedang dilakukan," kata Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela di Jakarta, Selasa.

Menurut Kemlu, rencana pengiriman pasukan tersebut membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan lembaga di dalam negeri serta kerja sama dengan pihak internasional. Seluruh pihak terkait saat ini tengah mengawal instruksi Presiden mengenai keterlibatan Indonesia dalam misi tersebut.

"Sehingga Kementerian Luar Negeri dan seluruh kementerian dan lembaga terkait melakukan koordinasi untuk mengawal instruksi Presiden tersebut," katanya.

Kemlu menegaskan bahwa partisipasi Indonesia dalam ISF lebih menitikberatkan pada misi kemanusiaan, bukan pada pelucutan senjata di wilayah konflik.

Sebelumnya, sejumlah media Israel melaporkan bahwa persiapan pengerahan pasukan Indonesia di Gaza telah dimulai sebagai bagian dari ISF. Laporan tersebut mengutip sumber yang memperkirakan pengerahan bisa melibatkan ribuan tentara, termasuk tahap perencanaan awal dan persiapan logistik.

Rencana pembentukan pasukan stabilisasi internasional di Gaza merujuk pada Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2803 yang diadopsi pada 17 November 2025. Resolusi yang dirancang Amerika Serikat itu mendapat dukungan dari 13 anggota Dewan Keamanan PBB, sementara Rusia dan China memilih abstain.

Resolusi tersebut memberikan mandat kepada negara anggota PBB dan Board of Peace (BoP) untuk membentuk ISF sementara di Gaza di bawah komando terpadu. Pasukan dari negara peserta diberi kewenangan mengambil langkah yang diperlukan sesuai hukum internasional.

Dalam mandatnya, ISF bertugas membantu pengamanan wilayah perbatasan, menjaga stabilitas keamanan di Gaza melalui proses demiliterisasi, melindungi warga sipil, serta memastikan jalur koridor kemanusiaan tetap aman melalui koordinasi dengan berbagai pihak.

Operasional ISF berada di bawah panduan strategis Board of Peace dan didanai melalui kontribusi sukarela para donor, pendanaan BoP, serta dukungan pemerintah negara peserta.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#pasukan #ISF #gaza #indonesia