Radar Pasuruan - Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan untuk mengirimkan prajurit TNI ke Gaza, Palestina, sebagai bagian dari misi perdamaian internasional. Indonesia yang tergabung dalam Board of Peace akan berkontribusi melalui International Stabilization Force (ISF).
Wakil Menteri Pertahanan Donny Ermawan Taufanto menjelaskan bahwa persiapan pengiriman pasukan telah dilakukan dan dikoordinasikan langsung oleh Markas Besar TNI. Saat ini, pemerintah tinggal menunggu keputusan resmi mengenai waktu keberangkatan.
”Intinya kami sudah siapkan ya. Mabes TNI, panglima TNI sudah menyiapkan prajurit kita untuk sewaktu-waktu diberangkatkan. Hanya kita tinggal menunggu perintah, koordinasi, kapan kita untuk berangkat. Intinya kita sudah siap,” kata dia menegaskan.
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya menyebut jumlah prajurit yang akan dikirim bisa mencapai 20 ribu personel. Namun, DPR menilai jumlah tersebut tidak perlu sebesar itu. Untuk tahap awal, sekitar 600 personel disiapkan.
”Mungkin nanti wakil panglima (TNI) yang akan jawab ya. Tapi, (jumlahnya) sekitar 600-an sekian,” ujarnya.
Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita menegaskan bahwa TNI pada prinsipnya siap menyesuaikan kebutuhan personel sesuai keputusan bersama negara-negara yang tergabung dalam ISF. Ia menyebut proses perundingan masih berlangsung dan keputusan jumlah pasukan kemungkinan ditetapkan pada akhir Februari.
”Pada prinsipnya TNI siap ya berapapun yang dibutuhkan karena kan sekarang masih dalam proses perundingan. Nanti mungkin kalau tidak salah minggu terakhir bulan Februari ini akan diputuskan berapa TNI nanti yang akan berkontribusi secara jumlah pasukan,” terang dia.
TNI juga telah menyiapkan beberapa opsi keterlibatan dalam misi tersebut sebagai bentuk partisipasi aktif Indonesia dalam upaya perdamaian di Gaza. Kepastian keputusan masih menunggu hasil akhir yang akan ditandatangani presiden.
”Secara pastinya menunggu keputusan akhir bulan ini yang nanti akan ditandatangani langsung oleh bapak presiden,” ujarnya.
Keterlibatan Indonesia dalam misi ISF berkaitan dengan keputusan pemerintah bergabung dalam Board of Peace yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Pengiriman pasukan stabilisasi internasional ke Gaza menjadi salah satu langkah yang dijalankan oleh forum tersebut.
Editor : Moch Vikry Romadhoni