Radar Pasuruan - Seorang pria yang diduga mencuri helm menjadi sorotan penonton konser NDX di kawasan Sudimoro, Kota Malang, Jawa Timur, pada Minggu, 8 Februari 2026.
Dalam video viral yang diunggah akun TikTok @garasi_006 pada Senin, 9 Februari 2026, terlihat seorang pria mengenakan kaos dengan sepeda motor matic merah disoraki oleh penonton konser yang sedang mengantre keluar lokasi.
Kondisi jalan yang macet setelah konser membuat pria tersebut tidak bisa segera pergi dan harus menerima sorakan dari orang-orang di sekitarnya.
“Viral aksi maling helm ketahuan yang punya helm karena macet saat closing konser dan akhirnya di-bully habis-habisan sama semua orang di tempat,” tulis keterangan pada unggahan tersebut.
Berdasarkan komentar di unggahan tersebut, aksi pria itu diduga diketahui oleh juru parkir di lokasi acara.
“Perkara helmku, malunya tu lho. Respek untuk tukang parkirnya, tanggung jawab,” tulis akun yang mengaku sebagai pemilik helm melalui akun @arbii.er.
Ia juga menyebutkan bahwa helmnya sempat disembunyikan oleh terduga pelaku menggunakan jaket.
Video tersebut memperlihatkan beberapa penonton mendekati pria itu sambil menertawakan kejadian tersebut secara langsung.
“Macet-macet gini kok ya nyuri helm, gak dipikir tuh lho,” ucap perekam video sambil tertawa.
Selain itu, terdengar pula teriakan penonton yang menyebut pelaku kemungkinan akan menangis karena kejadian tersebut.
Baca Juga: Aksi Gagal Maling: Niat Mencuri, Malah Nyangkut, Gagal Bobol Warung di Bengkulu
Video yang telah ditonton lebih dari 2,5 juta kali itu menuai berbagai komentar dari warganet.
Sebagian warganet menilai respons orang-orang di lokasi sebagai bentuk sanksi sosial terhadap pelaku.
Beberapa komentar dari warganet seperti, “Kayak gini tuh lebih sakit dibanding dipukuli,” tulis akun @yun*****a.
“Beneran ini lebih sakit dibanding dikeroyok, apalagi ramai-ramai gini. Malunya sih,” tulis akun @slm**.
“Ya ini yang namanya hukuman sosial,” tulis akun @okk*****k.
“Nggak ada salam olahraga, takut jadi tersangka yang mukulin,” tulis akun @i.y****z.
“Lebih bagus dapat sanksi sosial yang lebih kejam,” tulis akun @arb*****a.
Dalam kolom komentar tersebut, beberapa warganet juga menyebut bahwa terduga pelaku merupakan mahasiswa dari salah satu perguruan tinggi di Kota Malang.
Editor : Moch Vikry Romadhoni