Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Prabowo Hadiri Pengukuhan MUI di Istiqlal, Serukan Persatuan Ulama–Umara

Moch Vikry Romadhoni • Minggu, 8 Februari 2026 | 14:41 WIB

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Anwar Iskandar.

Radar Pasuruan - Presiden Prabowo Subianto menghadiri secara langsung prosesi pengukuhan pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) periode 2025–2030 yang digelar di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Sabtu (7/2). Kepengurusan MUI tersebut akan dipimpin oleh KH. M. Anwar Iskandar.

Dalam kegiatan bertema Bersatu dalam Munajat untuk Keselamatan Bangsa, Prabowo mengaku merasa terhormat mendapat undangan untuk hadir. Ia menilai pelaksanaan pengukuhan di Masjid Istiqlal memiliki makna khusus karena menjadi masjid kebanggaan umat Islam Indonesia.

Prabowo menyampaikan bahwa MUI memegang peran strategis dalam kehidupan keumatan. Ia menilai keberadaan MUI turut berpengaruh terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, MUI selama ini menjadi pilar stabilitas, ketenangan, kesejukan, serta toleransi antarumat dan antaragama.

”MUI tidak pernah tidak hadir setiap bangsa mengalami kesulitan. Baru-baru saja kita melihat MUI tampil dari sejak hari-hari pertama bencana yang berada di beberapa daerah kita, di Aceh, Sumatra Barat, Sumatra Utara, juga di beberapa provinsi lain,” kata Prabowo.

Presiden menilai pengukuhan pengurus MUI menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan antara ulama dan umara. Ia menegaskan bahwa sepanjang sejarah, bangsa yang mampu menjaga perdamaian adalah bangsa yang berhasil dan sejahtera.

”Kalau ulama dan umara bersatu, insya Allah bangsa kita akan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang makmur,” imbuhnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Pelaksana acara, Nusron Wahid, menyampaikan bahwa pengukuhan pengurus MUI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT serta menghadirkan ketenangan batin di tengah dinamika kehidupan bangsa.

”Semua ini kita lakukan di tengah kenyataan bahwa bangsa ini sedang menghadapi berbagai ujian dan musibah banjir bandang, tanah longsor dan berbagai bencana lainnya yang menimpa saudara-saudara kita di mana-mana, wabil khusus di Provinsi Aceh, Provinsi Sumatera Utara, dan di Provinsi Sumatera Barat,” kata dia.

Nusron menambahkan, kegiatan tersebut mencerminkan sinergi antara negara dan ulama dalam menjaga persatuan, memperkuat solidaritas kemanusiaan, serta meneguhkan nilai-nilai kebangsaan sebagai fondasi Indonesia. Selain dihadiri ribuan jamaah, acara itu juga dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara.

 

Editor : Moch Vikry Romadhoni