Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Tragedi Mengiris Hati! Mendikdasmen Datangi Rumah Duka Siswa SD di Ngada

Moch Vikry Romadhoni • Jumat, 6 Februari 2026 | 17:09 WIB

 

Kemendikdasmen mengunjungi rumah duka YBR, 10, siswa SD yang bunuh diri diduga karena masalah ekonomi di Ngada, NTT.
Kemendikdasmen mengunjungi rumah duka YBR, 10, siswa SD yang bunuh diri diduga karena masalah ekonomi di Ngada, NTT.

Radar Pasuruan - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengunjungi rumah duka YBR, 10 tahun, siswa sekolah dasar yang meninggal dunia akibat bunuh diri yang diduga berkaitan dengan persoalan ekonomi di Ngada, NTT, Kamis (5/2).

Dalam kunjungan tersebut, ia menyampaikan belasungkawa secara langsung kepada keluarga korban.

“Secara pribadi dan atas nama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, saya menyampaikan belasungkawa atas wafatnya YBR," ujarnya.

Mu’ti menyampaikan bahwa peristiwa meninggalnya YBR menjadi pelajaran bagi semua pihak mengenai pentingnya perhatian terhadap anak, penanaman nilai agama, serta ketahanan keluarga dalam kehidupan mereka.

"Oleh orang tua, masyarakat, guru, tokoh agama, dan penyelenggara pendidikan, termasuk Kemendikdasmen,” tuturnya.

Selain menyampaikan duka cita, Mu’ti juga menyerahkan bantuan santunan kepada keluarga untuk meringankan beban yang mereka hadapi.

Santunan tersebut diterima oleh Maria Goreti Te’a selaku ibu almarhum, Wihelmina Nenu sebagai nenek, serta Dominikus Nou selaku paman. Dominikus yang mewakili keluarga menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan.

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada Kemendikdasmen atas bantuan yang diberikan. Kiranya ini dapat membantu keluarga untuk proses adat terkait kematian almarhum dan kebutuhan lainnya. Keluarga tidak bisa membalas dengan apa-apa, selain doa agar Tuhan membalas budi baik kementerian,” ungkap Dominikus.

Sebelumnya, suasana duka menyelimuti warga Dusun Sawasina, Desa Nuruwolo, Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur. Seorang siswa kelas IV SD berinisial YBR, 10 tahun, ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh.

Peristiwa tersebut diduga bermula dari permintaan sederhana yang tidak dapat dipenuhi. Sehari sebelum kejadian, YBR meminta ibunya membelikan buku tulis dan pensil, namun kondisi ekonomi keluarga membuat permintaan itu belum bisa dikabulkan.

Camat Jerebuu Bernardus H. Tage menjelaskan bahwa YBR dikenal sebagai anak yang pendiam, sopan, dan rajin bersekolah. Meskipun hidup dalam keterbatasan, ia jarang menunjukkan kesedihan di lingkungan sekitar.

“Menurut keterangan tetangga, dia anak yang baik dan rajin sekolah. Tidak ada tanda-tanda yang mencolok bahwa dia menyimpan beban berat,” ujar Bernardus seperti dikutip dari Radar Pati, Rabu (4/2).

Ayah YBR diketahui telah meninggal dunia sebelum ia lahir. Selama ini YBR tinggal bersama neneknya yang berusia sekitar 80 tahun, sementara ibunya tinggal di kampung lain bersama lima anak lainnya.

Pada Kamis pagi, warga sempat melihat YBR duduk di depan rumah neneknya, padahal ia seharusnya berangkat ke sekolah. Beberapa jam kemudian, jasadnya ditemukan warga yang sedang menggembalakan kerbau di sekitar lokasi. Ibunya, MGT (47), mengatakan YBR menginap di rumahnya pada malam sebelum kejadian dan pagi hari sekitar pukul 06.00 WITA diantar menggunakan ojek menuju rumah neneknya.

“Saya sempat berpesan supaya rajin sekolah dan mengerti kondisi keluarga yang sedang sulit,” ujar sang ibu dengan suara bergetar.

Baca Juga: Cara Membuat Ikan Pindang Bumbu Rujak Khas Surabaya yang Medok, Nyemek, dan Dijamin Enak dengan Tambahan Pete

Peristiwa ini semakin menyedihkan setelah aparat Polres Ngada menemukan secarik kertas berisi pesan tulisan tangan YBR dalam bahasa daerah setempat yang berisi perpisahan untuk keluarga.

Berikut isi surat yang ditinggalkan YBR:

KERTAS TII MAMA RETI
MAMA GALO ZEEMAMA MOLO JA’OGALO MATA MAE RITA EE MAMA
NE’E GAE NGAO EEMOLO MAMA

Yang artinya:

SURAT BUAT MAMA RETI
MAMA SAYA PERGI DULU
MAMA RELAKAN SAYA PERGI, JANGAN MENANGIS YA MAMA
MAMA SAYA PERGI TIDAK PERLU MAMA MENANGIS DAN MENCARI ATAU MERINDUKAN SAYA

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#Ngada #mendikdasmen #Abdul Muti #pendidikan