Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Viral di Medsos, SPPG Bantah Isu Siswi SMAN 2 Kudus Tewas Akibat MBG

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 3 Februari 2026 | 18:20 WIB

 

SMAN 2 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
SMAN 2 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

Radar Pasuruan - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memberikan klarifikasi terkait beredarnya informasi tidak benar mengenai meninggalnya salah satu siswi SMAN 2 Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, bernama Rizza Meiliana Azzahara, yang dikaitkan dengan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala SPPG Purwosari, Nasihul Umam, menegaskan bahwa kabar tersebut merupakan hoaks dan tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

“Perlu kami sampaikan bahwa informasi yang beredar terkait meninggalnya siswi SMAN 2 Kudus atas nama Rizza Meiliana Azzahara adalah tidak benar. Informasi tersebut merupakan hoaks,” ujar Nasihul, Senin (2/2).

Nasihul menjelaskan, Rizza diketahui telah menderita kanker nasofaring sejak masih duduk di bangku kelas 8 SMP. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani perawatan intensif serta kemoterapi secara rutin di RSUP Dr. Kariadi, Semarang.

Selama terdaftar sebagai peserta didik di SMAN 2 Kudus, Rizza hanya sempat mengikuti aktivitas sekolah menjelang pelaksanaan tes pada November 2025. Selebihnya, ia tidak dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar secara normal karena fokus menjalani pengobatan.

“Sakit kanker nasofaring sejak kelas 8. Selama di SMAN 2 Kudus hanya masuk menjelang tes November, karena ananda harus menjalani kemoterapi di RS Kariadi Semarang,” terangnya.

Lebih lanjut, Nasihul menambahkan bahwa sejak Januari 2025, Rizza tercatat tidak pernah kembali berangkat ke sekolah. Dengan demikian, secara administratif ia tidak termasuk dalam daftar penerima paket Program Makan Bergizi Gratis.

“Sejak Januari ini yang bersangkutan belum pernah berangkat sekolah, sehingga tidak menerima paket MBG,” jelasnya.

Pihak SPPG pun mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial. Nasihul menekankan pentingnya melakukan verifikasi sebelum menyebarkan kabar, terlebih jika menyangkut kondisi kesehatan dan keselamatan peserta didik.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#SMA 2 Kudus #SPPG #Mbg