Radar Pasuruan - Menteri Agama (Menag) RI Nasaruddin Umar menyebut Presiden Prabowo Subianto sebagai sosok pemimpin yang berorientasi pada masa depan serta memiliki kemampuan membaca perkembangan zaman.
Hal tersebut disampaikannya saat menanggapi masuknya Indonesia ke Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
"Ternyata Bapak Presiden future oriented-nya itu dahsyat gitu ya. Dan kita bersyukur Bapak Presiden mampu membaca tanda-tanda zaman ke depan begitu cepat dan mudah-mudahan ini adalah jalan yang terbaik untuk bangsa kita karena posisi Indonesia itu kan sekarang ini sangat sangat sangat penting," kata Nasaruddin di Kompleks Istana, Jakarta, Selasa (3/2).
Menurut Nasaruddin, langkah yang diambil Presiden Prabowo memiliki kemiripan dengan peristiwa bersejarah dalam Islam, yakni Perjanjian Hudaibiyah.
"Apa yang dilakukan oleh Pak Prabowo, itu sebetulnya mengingatkan kita kepada, dulu ada Perjanjian Hudaibiyah yang dilakukan Rasulullah. Banyak sekali sahabat yang salah paham tapi setelah melihat hasilnya, Alhamdulillah ini yang terbaik ternyata untuk dunia Islam pada waktu itu ya," ujarnya.
Ia pun berharap, dengan dukungan doa dari masyarakat Indonesia, Presiden Prabowo mampu membawa Indonesia menempati posisi strategis di panggung internasional.
"Nah kita berharap semoga Bapak Presiden melalui doanya para ulama, doanya warga masyarakat, Indonesia akan semakin memiliki posisi penting dalam dunia internasional. Saya kira gitu," ujar Nasaruddin.
Selain itu, Nasaruddin menegaskan bahwa Kementerian Agama turut aktif dalam menjabarkan dan menyosialisasikan pernyataan Presiden kepada berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat Islam dan kalangan akademisi.
"Iya, bahkan kami proaktif ya. Kami kan punya 57 UIN se-Indonesia ya kan. Jadi memberikan menanggapi pernyataan Bapak Presiden beberapa waktu yang lalu, kita langsung adakan empat seminar ya. Jadi bagaimana menerjemahkan, mengartikulasikan, statement Bapak Presiden waktu di PBB. Seminar internasional kita undang pembicara pakar-pakar dari Amerika dan juga wartawan dari Palestina yang senior itu, terkenal itu ya," pungkasnya.
Editor : Moch Vikry Romadhoni