Bangil Hiburan Incip-Incip Internasional Kepribadian Madinah Van Java Mlaku-Mlaku Nasional Olahraga Pandaan

Panji Akui Terkejut Dilaporkan ke Polisi, Ini Penjelasan Lengkapnya

Moch Vikry Romadhoni • Selasa, 3 Februari 2026 | 16:45 WIB

 

Menyoroti penuturan komika, Pandji Pragiwaksono setelah materi komedinya dalam show Mens Rea dinilai bikin gaduh di medsos.
Menyoroti penuturan komika, Pandji Pragiwaksono setelah materi komedinya dalam show Mens Rea dinilai bikin gaduh di medsos.

Radar Pasuruan - Artis sekaligus komika Panji Pragiwaksono sempat menjadi perbincangan publik di media sosial setelah materi stand up comedy dalam pertunjukan Mens Rea menuai kontroversi.

Sebagai informasi, Mens Rea masih dapat disaksikan melalui platform streaming Netflix sejak dirilis pada akhir Desember 2025 lalu. Dalam pertunjukan tersebut, Panji menjelaskan bahwa istilah mens rea yang berarti “niat jahat” justru digunakan untuk menegaskan bahwa materinya tidak dilandasi maksud buruk, melainkan sebagai komedi dan kritik sosial.

Namun demikian, polemik muncul setelah beredar kabar adanya sejumlah laporan polisi yang ditujukan kepada Panji. Ia diduga melakukan penghinaan hingga penistaan agama melalui materi lawakan yang dibawakannya.

Terkini, Panji menanggapi kabar tersebut saat berbincang dengan Denny Sumargo dalam podcast yang diunggah di kanal YouTube Curhat Bang Denny Sumargo, Selasa, 3 Februari 2026.

Dalam perbincangan itu, Denny menanyakan kebenaran soal jumlah laporan yang masuk ke kepolisian usai potongan materi Mens Rea viral di media sosial.
"Sepuluh katanya, sepuluh totalnya," ujar Denny.

Baca Juga: Laporan terhadap Timothy Ronald Bertambah, Korban Klaim Rugi Rp1 Miliar

Panji kemudian menjelaskan bahwa laporan-laporan tersebut berkaitan dengan dua isu utama. Pertama, tuduhan penghinaan fisik terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Kedua, dugaan penistaan agama yang berkaitan dengan materi salat dalam pertunjukan tersebut.

Ia mengaku cukup terkejut dengan banyaknya laporan yang masuk. Menurut Panji, materi yang ia sampaikan sepenuhnya berada dalam konteks komedi dan seni pertunjukan, di mana penonton hadir dengan kesadaran penuh untuk menikmati lawakan, bukan ujaran kebencian.

"Kaget sih sejujurnya. Karena saya kan memantau betapa riuhnya ini. Maksud saya, ini kan hanya bercanda, ini kan komedi," ungkap Panji.

Menanggapi tudingan penghinaan fisik terhadap Gibran Rakabuming Raka, Panji menjelaskan bahwa materi tersebut merujuk pada momen Gibran yang terlihat mengantuk. Ia menilai menyebut seseorang “ngantuk” bukanlah bentuk penghinaan fisik, melainkan kondisi yang wajar dialami siapa pun.

"Saya tanya, kamu pernah ngantuk enggak? Pak Gibran pernah ngantuk? Pernah. Yang saya bicarakan berarti yang lagi ngantuk. Salahnya di mana?" jelas Panji.

Sementara itu, terkait tuduhan penistaan agama, Panji menyoroti materi tentang “salat safar” yang dipermasalahkan oleh pihak yang mengatasnamakan organisasi keagamaan tertentu. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bermaksud memperolok ibadah salat.

Menurut Panji, inti dari materinya adalah kritik sosial agar masyarakat tidak menilai atau memilih pemimpin hanya berdasarkan kesalehan ritual yang ditampilkan di ruang publik, melainkan juga mempertimbangkan rekam jejak dan kapasitas secara menyeluruh.

"Saya enggak bercandain salat. Setupnya kan, adalah jangan pilih orang berdasarkan salatnya saja. Punchlinenya itu bagian patahnya, bagian lucunya," jelasnya.

Panji juga mengungkapkan bahwa dampak laporan tersebut tidak hanya dirasakannya sendiri, tetapi turut menyeret rekan sesama komika. Ia menyebut komika pembuka dalam pertunjukan Mens Rea, Dani B, sempat dipanggil polisi sebagai saksi untuk dimintai keterangan.

Panji menceritakan pengalaman Dani B saat menjalani pemeriksaan. Setelah proses Berita Acara Pemeriksaan (BAP) selesai, Dani B justru diminta melawak oleh petugas kepolisian.

"Pulang BAP dicolek sama polisi, 'diroasting dong, mana angka delapannya mana', begitu," tuturnya.

Hingga kini, Panji memastikan dirinya belum menerima ancaman fisik secara langsung. Meski demikian, ia mengakui adanya ancaman verbal yang ramai beredar di media sosial.

Di tengah polemik tersebut, Panji menegaskan tetap menjalani aktivitasnya seperti biasa dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.

Editor : Moch Vikry Romadhoni
#mens rea #stand up comedy #materi #panji pragiwaksono